Awalnya, Christian Institute ingin membayar Google sehingga ketika kata 'abortion' ditelisik lewat mesin carinya, link situs kelompok tersebut yang beralamat di www.christian.org.uk akan muncul pada sisi layar komputer.
Akan tetapi Google menolak iklan ini karena dinilai melanggar kebijakannya yang tak ingin menampilkan isu aborsi dari perspektif keagamaan. Adapun iklan mengenai aborsi dari kelompok sekuler bisa ditampilkan di Google.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Google tak bisa memperlakukan kelompok sekuler secara istimewa dan menyensor pandangan keagamaan," tandas Mike Judge, juru bicara Christian Institute seperti dikutip detikINET dari DailyMail, Jumat (11/4/2008).
Pro atau kontra? Diskusikan sekarang juga di detikINET Forum! (fyk/dwn)