Peluncuran itu dilakukan bersamaan dengan sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta pelatihan pengelolaan akses internet sehat di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PENS-ITS), Sabtu (29/3/2008).
Piranti lunak anti konten porno yang dikembangkan PENS-ITS itu disebut mampu mengubah konten porno agar tak lagi porno. Demikian pernyataan pengamat teknologi informasi, Irvan Nasrun, yang turut menghadiri acara tersebut. "Cara kerja dari software ini adalah dengan mengubah content yang mengandung file multimedia porno," ujarnya kepada detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjutnya, saat ini piranti lunak itu masih dalam tahap pengembangan. Nantinya, menurut Irvan, piranti lunak itu dapat diletakkan pada proxy server di tiap-tiap penyelenggara jasa internet yang ada di Indonesia. (wsh/wsh)