Buktinya, Entertainment and Leisure Software Publishers Association (ELSPA) mensinyalir bahwa 90 persen pemilik konsol game Nintendo DS di negeri Paman Sam ini memainkan game bajakan.
Fenomena maraknya game bajakan di AS ini disokong oleh kehadiran 'alat pembajak' besutan China bernama R4 chip. Alat ini berbentuk kepingan plastik, kira-kira seukuran telapak tangan yang dapat dibeli di internet. R4 pun diklaim sangat mudah digunakan untuk men-download langsung software bajakan Nintendo DS dari internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, lanjutnya, pendapatan game DS di AS lebih seret dibanding konsol game lainnya. Tak menutup kemungkinan bahwa hal ini juga akan terjadi di Inggris. Oleh karena itu, Hillier dan jajarannya kini tengah berusaha menghentikan peredaran chip ini.
Seorang gamer yang tidak disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa dengan bantuan chip tersebut, ia dapat men-download game secara cuma-cuma. Jumlahnya pun tak sedikit, kira-kira 50 game DS yang telah ia 'sedot'. (ash/ash)