Hal itu berdasarkan informasi yang dikirimkan Syamsul Sachar, pembaca detikINET yang melihat gerak gerik mencurigakan dari sebuah situs yang dibuat memaksa agar mirip situs resmi Bukopin.
Situs aspal (asli tapi palsu) ini beralamat di http://secure.bank2home.com.cn/appbukopin/. Sementara situs aslinya beralamat di https://secure.bank2home.com/appbukopin/login.jsp.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kata lain, situs tersebut suatu saat bakal selesai dibangun serta bisa digunakan untuk menipu nasabah Bank Bukopin atau maksud tidak baik lainnya.
Cara membedakan
Untuk membedakannya, sama seperti kasus 'kembaran' Bank Niaga. Sekilas, kedua URL tersebut nyaris sama. Perbedaannya, yang satu memiliki domain '.com', satu lagi adalah '.com.cn'.
Selain itu, yang penting adalah pada "http" dan "https". Akhiran "s" pada "http" tersebut menandakan bahwa situs tersebut adalah benar-benar telah "secure", karena dilindungi oleh teknologi enkripsi data berupa Verisign SSL.
Di situs Bank Bukopin yang aspal, tercantum juga logo 'Verisign Secured'. Namun, yang dapat menjadi patokan resminya sebuah situs e-banking yaitu URL yang tertulis adalah "https" dan di bagian kanan bawah browser ada gambar gembok yang terkunci.
Jadi, waspadalah!
(ash/wsh)