Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan Garuda Spark berkembang menjadi 20 hub dan 500 spoke dalam dua tahun ke depan. Ekspansi ini diarahkan untuk memperluas ekosistem digital hingga hampir seluruh kabupaten di Indonesia.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan Garuda Spark dalam perjalanan sekitar 10 bulan telah berkembang dari tiga hub dan 15 spoke menjadi 10 hub dan 60 spoke. Jumlah fasilitas tersebut akan terus berkembang hingga akhir tahun ini.
"Ke depan kita menargetkan, insya Allah, dalam waktu dua tahun depan menjadi 20 hub dan 500 spoke tersebar hampir di seluruh kabupaten Indonesia," kata Edwin dalam sambutannya di peluncuran Garuda Spark Innovation Hub, BSD City, Rabu (26/8/2026).
Edwin menjelaskan bahwa hub akan menjadi pusat untuk membangun dan menumbuhkan perusahaan teknologi Indonesia agar mampu masuk ke pasar. Sementara itu, spoke akan menjadi fondasi gerakan pengembangan talenta dan pelaku teknologi di berbagai daerah.
Melalui model tersebut, Komdigi menargetkan lahirnya 1.000 perusahaan teknologi Indonesia yang mampu masuk ke pasar.
Di sisi lain, jaringan spoke ditargetkan menjadi fondasi untuk melahirkan 2 juta talenta digital dan 2 juta pelaku teknologi di seluruh Indonesia.
"Seribu perusahaan teknologi di atas dengan 4 juta manusia sebagai fondasi, ini bukan kebetulan, ini adalah pilihan by design, dan inilah cita-cita kami," kata Edwin.
Ia mengatakan Garuda Spark tidak dibangun untuk menciptakan ekosistem digital yang hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Setiap daerah akan mendapatkan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kekuatannya masing-masing.
Model tersebut dijalankan melalui tiga prinsip, yakni nationally coordinated, locally adapted, dan globally connected. Artinya, pengembangan Garuda Spark tetap terkoordinasi secara nasional, tetapi implementasinya disesuaikan dengan kondisi lokal dan tetap membuka koneksi ke jejaring global.
Adapun saat ini, jaringan Garuda Spark telah hadir melalui hub di sejumlah wilayah, antara lain Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Malang, Makassar, Batam, Aceh, dan Jayapura, bersama mitra dari industri maupun pemerintah daerah.
Sementara itu, 60 spoke dikembangkan melalui kampus dan komunitas. Edwin menyebut Universitas Terbuka, ICT Institute, Universitas Perwira Jaya, Universitas Gadjah Mada, serta sejumlah mitra lainnya turut berkontribusi dalam pengembangan jaringan tersebut.
Edwin menegaskan perluasan Garuda Spark merupakan bagian dari upaya membangun fondasi ekosistem digital yang lebih luas.
"Kita tidak sedang membangun menara yang tinggi, kita sedang membangun fondasi yang luas menjangkau seluruh Indonesia," ucapnya.
Adapun, terkait target 10 Garuda Spark berikutnya, Komdigi enggan untuk mengungkapkannya. Kendati begitu, Komdigi menyebutkan fasilitas tersebut akan hadir di Bali dan Palembang dalam waktu dekat ini.
Simak Video "Video: Arnold Ph. Djiwatampu Raih Best Lifetime Achiever Dunia Telekomunikasi "
(agt/agt)