×
Ad

Platform Digital Global Diminta Ikut Biayai Infrastruktur Digital RI

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 06 Agu 2026 10:45 WIB
Ketua Mastel Sarwoto Atsmosutarno. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai sudah saatnya platform digital global atau Over the Top (OTT), seperti Google, Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya, ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur digital di Indonesia.

Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi digital Indonesia berjalan beriringan dengan keberlanjutan investasi jaringan telekomunikasi.

Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno mengatakan selama ini manfaat ekonomi dari pesatnya perkembangan platform digital global terus meningkat. Namun di sisi lain, kebutuhan investasi untuk membangun dan memperluas infrastruktur digital masih lebih banyak ditanggung oleh industri telekomunikasi.

"Selama ini kita lebih banyak melihat manfaat kehadiran platform digital global, mulai dari pertumbuhan ekonomi digital, efisiensi, hingga berbagai inovasi layanan. Namun, pada saat yang sama, kebutuhan investasi infrastruktur digital terus meningkat dan sebagian besar masih ditanggung oleh industri telekomunikasi," ujar Sarwoto dalam rangkaian Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026, Rabu (5/8/2026).

Sarwoto menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekosistem digital tak lagi bisa dibebankan ke satu sektor. Seluruh pelaku rantai ekonomi digital, termasuk platform digital global yang memanfaatkan jaringan telekomunikasi Indonesia, perlu berperan menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur digital.

Sarwoto menilai kolaborasi yang lebih seimbang akan menjadi fondasi penting untuk memastikan kapasitas jaringan telekomunikasi mampu mengikuti lonjakan kebutuhan konektivitas masyarakat dan dunia usaha.

Ia juga mengapresiasi gagasan Menteri Komunikasi dan Digital mengenai pentingnya menjaga retensi nilai ekonomi digital di dalam negeri melalui penerapan skema fair share, yaitu mekanisme kontribusi lebih berimbang antara platform digital global dan penyedia infrastruktur digital nasional. Gagasan itu disampaikan di ajang DEAL 2026 pada 23 Juni 2026.

Menurut Sarwoto, konsep fair share merupakan langkah strategis agar pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya dinikmati oleh platform digital global, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas infrastruktur digital nasional.

"Dengan semakin besarnya kebutuhan konektivitas, harus diimbangi dengan kontribusi yang lebih proporsional dari seluruh pelaku ekosistem digital," katanya.

Sarwoto menambahkan, dukungan terhadap penyempurnaan tata kelola platform digital global kini juga semakin menguat, baik di lingkungan pemerintah maupun DPR RI. Sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bappenas, serta Komisi I, Komisi VI, dan Komisi XI DPR RI disebut telah memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya kebijakan tersebut.

Lebih lanjut Sarwoto mengungkapkan kondisi itu menjadi momentum bagi Kementerian Komunikasi dan Digital untuk segera menyusun kebijakan yang mampu menciptakan kolaborasi yang adil antara platform digital global dan industri telekomunikasi.

"Ini momentum yang tepat bagi Kemenkomdigi untuk menghadirkan kebijakan yang mendorong kontribusi platform digital global melalui kolaborasi yang berkeadilan dengan industri telekomunikasi. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur digital nasional dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "NeutraDC Raih Penghargaan Ekosistem Digital Detikcom Awards 2025 Berkat Inovasi Data Center "

(agt/agt)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB