Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Berapa Banyak Air yang Dihabiskan untuk Satu Pertanyaan ke AI?

Berapa Banyak Air yang Dihabiskan untuk Satu Pertanyaan ke AI?


Aisyah Kamaliah - detikInet

Ilustrasi Air
Berapa Banyak Air yang Dihabiskan untuk Satu Pertanyaan ke AI? Foto: Terry Vlisidis/Unsplash
Daftar Isi
Jakarta -

Banyak perkiraan mengenai jumlah air yang dihabiskan untuk satu pertanyaan ke kecerdasan buatan (AI). Google mengukur konsumsi air untuk satu prompt Gemini setara dengan sekitar lima tetes. Sebuah studi lain yang viral, menyebutkan bahwa satu email ChatGPT menghabiskan air kira-kira setara dengan satu botol penuh.

Angkanya bisa beda bukan karena salah satunya berbohong, ini karena keduanya menghitung hal yang berbeda.

Angka yang viral menyebutkan angka sekitar 519 ml (kira-kira satu botol) untuk menulis surel sepanjang 100 kata menggunakan GPT-4, karena angka ini juga memperhitungkan rantai pasok listrik. Sementara itu, angka resmi Google menunjukkan bahwa prompt teks Gemini pada nilai tengahnya menggunakan sekitar 0,26 ml air -- kira-kira lima tetes -- dengan memperhitungkan pendinginan di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Mengapa estimasi bisa berbeda?

Perbedaan ini bermuara pada satu pembedaan: air langsung versus air tidak langsung. Air langsung atau air di lokasi adalah air yang menguap di menara pendingin pusat data.

Air tidak langsung adalah air di luar lokasi, atau air yang dikonsumsi di tahap hulu untuk menghasilkan listrik yang menggerakkan chip, mengingat sebagian besar pembangkit listrik juga menggunakan air untuk pendinginan.

Angka yang hanya menghitung kategori pertama akan selalu terlihat kecil, sedangkan angka yang menghitung keduanya akan selalu besar.

Angka 0,26 ml dari Google pada dasarnya hanya mencakup kebutuhan pendinginan. Angka 519 ml yang sering dikutip adalah angka siklus hidup yang turut memperhitungkan penggunaan air di balik penyediaan listrik.

Ini bukan penyesuaian kecil. Di tingkat nasional, pusat data di AS mengonsumsi sekitar 17,4 miliar galon air secara langsung pada tahun 2023, namun mengonsumsi sekitar 211 miliar galon secara tidak langsung melalui penggunaan listrik. Data ini berasal dari laporan tahun 2024 oleh Lawrence Berkeley National Laboratory untuk Departemen Energi AS.

Penggunaan tidak langsung mencapai sekitar dua belas kali lipat dari penggunaan langsung, yang berarti pendinginan di lokasi hanya mencakup kurang dari 10% dari jejak air AI yang sesungguhnya. Angka per-prompt mana pun yang mengabaikan 90% sisanya, pada dasarnya, hanyalah sebagian kecil dari biaya penggunaan air yang sebenarnya.

Apakah model dan panjang prompt berpengaruh?

Ya, sangat berpengaruh. Konsumsi air berkaitan dengan energi, dan energi bergantung pada seberapa keras model bekerja. Pertanyaan singkat untuk model kecil membutuhkan sumber daya yang sedikit, tentu saja jawaban panjang dari model penalaran yang besar membutuhkan sumber daya yang jauh lebih besar.

Laporan mengenai model kelas GPT-5 menunjukkan bahwa satu respons rata-rata menghabiskan energi mendekati 18 watt-jam, dengan beberapa mencapai 40 watt-jam, dibandingkan dengan sekitar 2 watt-jam untuk GPT-4. Itu berarti peningkatan hampir sepuluh kali lipat, dan konsumsi air pun turut meningkat karenanya.

Implikasinya bersifat praktis. Pertanyaan "berapa banyak air yang digunakan AI per prompt" tidak memiliki jawaban pasti, sebagian karena prompt kamu sendiri tidaklah tetap.

Model yang kamu pilih, panjang balasan, serta apakah kamu menghasilkan teks, gambar, atau video. Itu semua memengaruhi angka tersebut. Pembuatan gambar dan video pastinya jauh lebih boros air dibandingkan teks. Demikian melansir Medium, Senin (21/9/2026).



(ask/afr)






Hide Ads