Semuanya berawal ketika seorang konsumen di Ohio, Amerika Serikat (AS) membeli baterai dari Shentech -- perusahaan yang dituntut IBM -- untuk laptop ThinkPad. Setelah dibeli, ternyata baterai tersebut diketahui mudah menimbulkan panas berlebih (overheat) hingga terbakar. Akibatnya, laptop itu pun ikut rusak.
Si pembeli lantas melaporkan kejadian ini ke pihak Lenovo, selaku pemegang lisensi dagang IBM. Dan setelah diperiksa, baterai yang overheat itu dianggap bukan produk asli IBM alias barang palsu. Investigasi IBM tidak selesai sampai disini, mereka kemudian sengaja memesan 12 baterai dari Shentech. Setali tiga uang dengan baterai sebelumnya, 12 baterai ini pun palsu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum cukup, seperti dikutip detikINET dari Infoworld, Kamis (29/11/2007), IBM juga meminta tambahan ganti rugi sebesar USD 1 juta (US$ 1= Rp 9383, sumber: detikcom) untuk tiap tipe barang palsu yang dijual.
(ash/ash)