Alasan itu disangkal Akbar Marwan, Chief Information Officer TechScape Indonesia. Menurut Akbar, penggunaan nama domain .com tidak akan memboroskan bandwidth internasional.
Secara teknis, domain .com diakuinya membutuhkan request DNS (Domain Name Server) ke luar negeri. "Tetapi jumlahnya kecil sekali. Dari sisi bandwidth, tidak bisa dijadikan alasan bahwa domain .com membuat boros bandwidth internasional," ujar Akbar kepada detikINET, Senin (26/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di satu sisi, Depkominfo memang sedang giat mengampanyekan penggunaan domain .id melalui program 'Dot ID Saja'. Meski demikian, alasan penghematan bandwidth dikhawatirkan akan menimbulkan salah persepsi di masyarakat.
Menurut Akbar, pemerintah menganjurkan domain .id itu sebatas kebanggaan memakai produk dalam negeri. Sedangkan dari sisi pengguna, paparnya, pilihan itu lebih pada kepraktisan.
Akbar menuturkan, pembuatan domain .id membutuhkan proses yang lama. "Butuh waktu dua sampai tiga hari. Sementara untuk domain .com, lima menit sudah jadi, dan sepuluh menit kemudian sudah aktif. Request domain .com tidak ribet, tidak harus memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditetapkan Pandi," ia menjelaskan.
Oleh karena itu, Akbar menambahkan, banyak pengguna yang mengambil domain .com dan di saat yang sama mengurus pembuatan domain .id. Hal ini misalnya dilakukan pebisnis yang baru mulai atau kalangan Usaha Kecil dan Menengah.
(wsh/wsh)