Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kembali memastikan bahwa data biometrik pelanggan seluler tidak disimpan di operator seluler, baik itu Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, maupun XLSmart.
Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah baru saja menerapkan kebijakan baru untuk mengaktifkan nomor HP baru yang saat ini wajib divalidasi dengan pemindaian wajah atau face recognition mulai 1 Juli 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Pengendalian Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Dany Suwardany, mengatakan dengan diberlakukannya registrasi biometrik ini maka sistem pendaftaran menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) sudah tidak berlaku lagi.
"Registrasi pakai NIK dan nomor KK ini sudah kita tutup," tegas Dany di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Terkait penyimpanan data biometrik, Dany menjelaskan bahwa data tersebut tidak disimpan di operator seluler, melainkan ada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
"Operator seluler itu tidak menyimpan wajah. Jadi, yang mereka lakukan itu hanya, foto wajah itu dienkripsi kemudian dilakukan validasi ke Dukcapil. Nanti Dukcapil menyampaikan notifikasi ke operator seluler data wajah ini sesuai atau tidak. Tidak ada data kiriman balik foto wajah dari Dukcapil ke operator seluler dan semua foto wajah itu adanya di Dukcapil," tutur Dany.
Adapun, Dany menambahkan, data biometrik wajah di Dukcapil itu tersimpan ketika masyarakat melakukan pendaftaran untuk mendapatkan identitas pribadi, yakni kartu tanda penduduk (KTP).
"Data itu waktu kita melakukan perekaman di KTP dulu. Jadi, tidak benar bahwa operator seluler itu menyimpan wajah," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyebutkan bahwa operator seluler mengedepankan standar keamanan data berdasarkan ISO 27701 dan 270001 dalam melindungi privasi pelanggan.
"Jadi, baik keamanan data ISO 27001, 27701, kemudian ISO standar juga sudah ada. Dan Alhamdulillah, selama ini kan di operator juga tidak ada pernah ada cerita tentang kebocoran data, kita jaga betul-betul dan hati-hati sekali," ungkap Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir.
(agt/fay)

