Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Vonis KPPU Atas Temasek Takkan Bunuh Industri Telekomunikasi

Vonis KPPU Atas Temasek Takkan Bunuh Industri Telekomunikasi


- detikInet

Jakarta - Sejumlah pihak khawatir vonis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas Temasek akan mengancam bisnis di sektor telekomunikasi Indonesia. Kekhawatiran itu sebenarnya tidak perlu ada karena pertumbuhan bisnis di sektor ini masih bisa mencapai 40%.

Hal tersebut disempaikan Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM), Ismed Hasan Putro, menghimbau agar publik jangan takut lepas Temasek usai konferensi pers "Rebut kembali saham Indosat atau Telkomsel", di Executive Club, Hotel The Sultan, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (21/11/2007).

"Banyak yang berpikir bahwa lepasnya Temasek akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia, terutama di bisnis selular. Kita tidak perlu takut pasar selular akan mati dengan vonis KPPU tersebut. Pangsa pasarnya masih luas kok." kata Ismed.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ismed, keputusan KPPU tersebut justru memiliki dampak positif. Dengan keluarnya Temasek dari Indosat ataupun Telkomsel dinilainya akan membuat industri ini semakin kompetitif.

"Praktek monopoli yang dilakukan Temasek, sangat menghambat ruang kompetisi. Salah satu dampaknya adalah tarif selular di Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di dunia," kata Ismed.

Lepasnya Temasek akan menciptakan ruang kompetisi yang fair, sehingga terjadi persaingan harga yang lebih bersaing, dan dapat menekan harga.

"Kalau demikian, yang diuntungkan itukan masyarakat pengguna jasa selular. Jadi seharusnya, masyarakat jangan takut lepas Temasek, dan mendukung penuh keputusan KPPU," jelasnya.

Beberapa pembatasan terhadap kepemilikan saham yang diberlakukan KPPU, terlebih jika publik diikutsertakan dalam kepemilikan saham, juga dinilai Ismed akan membuat kompetisi dalam bisnis selular lebih fair.

"Terlebih growth bisnis selular di Indonesia mencapai 40%. Jumlah pengguna jasanya pun baru 60 juta orang, padahal penduduk Indonesia ada 200 juta orang lebih," pungkasnya.Β  (dro/ash)




Hide Ads
LIVE