Kebal Hukum, Google Leluasa Mata-Matai Konsumen
- detikInet
Jakarta -
Aktivitas mata-mata terhadap rakyat sipil demi kepentingan keamanan Amerika Serikat (AS) akan makin meluas cakupannya. Perusahaan Internet dan juga telekomunikasi akan menerima fasilitas istimewa.Pasalnya, undang undang baru yang sedang disusun lembaga legislatif Senat AS memungkinkan penyedia layanan email, mesin cari sampai ISP (Internet Service Provider) menerima kekebalan hukum saat memata-matai konsumennya untuk kepentingan National Security Agency (NSA), lembaga keamanan nasional AS. Demikian juga perusahaan telekomunikasi akan memperoleh keistimewaan yang sama.Penyusunan undang-undang baru ini disetujui dalam sebuah voting di Senat yang didukung baik oleh Partai Demokrat maupun Partai Republik. Dengan demikian, penyedia email maupun mesin cari Internet macam Google, Yahoo dan MSN nantinya boleh-boleh saja memata-matai konsumennya dan membagi informasi tertentu dengan NSA."Perusahaan swasta tak seharusnya digugat ke pengadilan ketika mereka menolong kemanan nasional," tegas Senator John Rockefeller dari Partai Demokrat yang mendukung undang-undang ini seperti dikutip detikINET dari ZDNet, Selasa (23/10/2007).Undang-undang yang dirancang senat ini memungkinkan perusahaan Internet dan telekomunikasi ini juga akan menerima kekebalan hukum saat bekerjasama dengan lembaga lain selain NSA. Lembaga itu mencakup CIA, Departemen Pertahanan, Departemen Negara dan organisasi intelijen AS lainnya. Mereka tidak akan mempan digugat secara hukum meskipun ada pihak yang merasa dirugikan karena aktivitas mata-mata ini.Salah satu yang melatarbelakangi penyusunan undang-undang ini adalah adanya gugatan hukum dari masyarakat sipil setelah operator telekomunikasi macam AT&T membuka jaringan mereka bagi NSA setelah peristiwa terorisme 11 September 2001.
(fyk/fyk)