Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Komdigi Dorong Pemanfaatan Infrastruktur Telekomunikasi Bersama Saat WFH

Komdigi Dorong Pemanfaatan Infrastruktur Telekomunikasi Bersama Saat WFH


Agus Tri Haryanto - detikInet

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo, Wayan Toni Supriyanto.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai skema pemanfaatan infrastruktur bersama atau infrastructure sharing (infrastruktur bersama) saat kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) diterapkan, dapat membantu efisiensi energi sekaligus menjaga kesehatan industri telekomunikasi nasional.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto mengatakan, pola kolaborasi tersebut sebelumnya telah diterapkan saat pandemi COVID-19 di Indonesia dan terbukti mampu membuat industri telekomunikasi beradaptasi dengan baik terhadap perubahan pola aktivitas masyarakat.

"Fokus utama kami adalah mendorong efisiensi melalui kolaborasi pemanfaatan infrastruktur bersama dengan tetap menjaga iklim kompetisi yang sehat," kata Wayan dikutip dari Antara, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Selama kebijakan WFH untuk mendukung efisiensi energi berjalan, Kemkomdigi akan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan industri telekomunikasi. Pihak yang dilibatkan mencakup operator seluler, penyelenggara jasa internet (PJI), hingga penyelenggara jaringan serat optik.

Melalui kerja sama tersebut, penguatan konektivitas akan difokuskan pada wilayah yang mengalami peningkatan aktivitas digital selama WFH, terutama di kawasan permukiman penduduk.

Selain menjalin koordinasi dengan para penyelenggara layanan telekomunikasi, Kemkomdigi juga akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan fasilitas yang mendukung keandalan infrastruktur digital nasional dapat berjalan optimal.

Koordinasi itu mencakup pembangunan infrastruktur pasif seperti menara telekomunikasi dan gorong-gorong jaringan (ducting), maupun infrastruktur aktif seperti jaringan serat optik serta Base Transceiver Station (BTS) seluler.

"Kami optimis industri telekomunikasi nasional memiliki resiliensi yang kuat untuk beradaptasi dengan perubahan pola kerja masyarakat, sekaligus tetap menjaga keterjangkauan tarif bagi pelanggan," kata Wayan.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3) mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kebijakan kerja dari rumah sebagai langkah antisipasi terhadap dampak krisis global.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah tengah menyiapkan skema kebijakan dengan memberikan fleksibilitas satu hari WFH dalam lima hari kerja.

Kebijakan ini direncanakan wajib diterapkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, sementara bagi sektor swasta bersifat imbauan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan kebijakan nasional WFH untuk efisiensi energi kemungkinan akan diumumkan secara resmi pada Selasa (31/3).

"Sabar saja, itu saya dengar kemungkinan besar, kemungkinan, ya, akan disampaikan resmi besok. Jadi, saya enggak mau mendahului," ucap Tito saat ditanyakan perihal progres kebijakan itu.




(agt/agt)




Hide Ads