Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Tingkat Pembajakan Indonesia Bakal Tembus 80%'

'Tingkat Pembajakan Indonesia Bakal Tembus 80%'


- detikInet

Jakarta - Menurut data terakhir yang dikeluarkan Business Software Alliance (BSA), tingkat pembajakan di Indonesia mencapai 85 persen, yang membuatnya menempati posisi ke-8 terburuk di seluruh dunia. Namun, 2-3 tahun lagi negara kita diyakini akan menembus 80 persen.Andi Noorsaman Sommeng, Dirjen HaKI Departemen Hukum dan HAM mengatakan, keyakinannya itu didasari karena mulai efektifnya kinerja dari Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual (Timnas HaKI) bentukan pemerintah."Makanya saya yakin 2-3 tahun lagi tingkat pembajakan kita mencapai 80 persen. kalau dulu (sebelum ada Timnas HaKI-red.) memang susah. Idealnya memang nol persen, tapi ini untuk sementara." ujarnya, kepada beberapa wartawan di sela-sela sebuah talkshow.Dikatakan Andi, Timnas HaKI direncanakan bakal melakukan revisi Undang-Undang. Selain itu, program sosialisasi dan edukasi pun ke depannya akan lebih banyak dilakukan bagi jajaran penegak hukum, sehingga ketika melakukan penegakkan di lapangan tidak terlalu eksesif alias berlebihan, imbuhnya."Misalnya, jika dilihat ada yang main komputer langsung ditangkep. Itu kan tidak benar, jadi sama saja seperti ada orang masuk ke rumah kita lalu langsung nanya ini TV ada bon-nya ga? Seperti itu tidak boleh, dan bukan kebijakan HaKI dan Timnas, tetapi lebih bersifat oknum," tukasnyaTimnas HaKI merupakan suatu kelompok kerja bentukan pemerintah yang khusus mengurus permasalahan pelanggaran hak cipta di Indonesia. Tim yang baru dibentuk sejak enam bulan lalu ini diketuai oleh Menkopolhukam Widodo AS, sedangkan Ketua Harian diisi oleh Menteri Hukum dan HAM Andi Matalata, Wakil Ketua Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Dirjen HaKI bertindak sebagai sekretaris."Kita sudah on the right track, karena sekarang begitu ditanya kita sudah menyiapkan laporan bahwa kita melakukan apa saja. Kita kan sekarang sudah watch list bukan priority watch list, ini harus dijaga," tandasnya.Menanggapi hal tersebut, Donny Sheyopotra, representatif BSA Indonesia pun memandang harapan yang digantungkan Dirjen HaKI sebagai sesuatu yang realistis.Asalkan, lanjutnya, pengguna software tanah air ikut berperan aktif dalam pelaksanaannya. "Kita bisa mencapai itu (tingkat pembajakan 80 persen-red.) asal kesadaran untuk menggunakan software original meningkat," ujarnya, kepada detikINET melalui pesan singkat, Senin (8/10/2007). (ash/ash)





Hide Ads