Puluhan Penyebar SMS Hoax Digelandang
- detikInet
Beijing -
Polisi propinsi Jiangsu, Cina, manangkap 60 orang karena dituduh menyebarkan gosip tidak benar (hoax) lewat pesan singkat atau yang biasa disebut SMS serta via Internet. Mereka selanjutnya ada yang ditahan atau hanya diberi peringatan.Pemerintah Cina memang mempunyai divisi khusus yakni lewat polisi cyber untuk mengawasi pergerakan Internet akan konten yang tidak pantas. Target mereka seringkali merupakan subyek sensitif politik daripada pornografi.Xia Cunxi, juru bicara keamanan publik di timur propinsi Jiangsu mengatakan, sekitar 60 orang itu telah diberi peringatan serta ada yang sampai diinapkan di sel karena diduga menyebarkan gosip, kebohongan ataupun pesan hasutan sehingga dianggap meresahkan kalangan masyarakat."Rumor yang berkembang melalui peralatan komunikasi modern bisa menimbulkan dampak yang lebih besar kepada masyarakat dibandingkan dari mulut ke mulut," ujar Xia seperti dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (23/7/2007). Namun tidak disebutkan bagaimana kasus ini akan diproses lebih lanjut.Sebelumnya pada bulan Juli kemarin, polisi menahan dua pria yang mengirimkan SMS pada lebih dari 200 keluarga dan teman-teman mereka. SMS tersebut berisi isu bahwa penderita AIDS menyebarkan penyakitnya melalui tusuk gigi di restoran yang dikembalikan ke tempatnya setelah digunakan.Pada bulan April, polisi juga meluncurkan investigasi setelah sebuah postingan di Internet mengklaim sebuah sekolah di Jiangsu akan menjadi tempat sasaran penembakan. Peristiwa ini terjadi hanya terpaut beberapa hari setelah insiden penembakan maut di Universitas Virginia Tech, Amerika Serikat.
(ash/ash)