'Sekolah Perlu Anggaran Khusus Bandwidth'
- detikInet
Jakarta -
Menkominfo Mohammad Nuh sepertinya ingin penetrasi Internet di Indonesia digenjot lewat tempat-tempat pendidikan. Untuk itu, ia menyarankan bagi universitas dan sekolah perlu mengalokasikan anggaran bandwidth secara khusus.Hal itu diungkapkan Nuh ketika ditemui di sela-sela acara National Education Congress Acer 2007 di Hotel ShangriLa, Jakarta, Rabu (1/8/2007)."Sekarang itu Diknas memang sudah menyiapkan bandwitdh melalui Jardiknas sebesar 155 Megabit, tetapi itu saja belum cukup. Untuk itu universitas dan sekolah perlu dialokasikan secara khusus pula," ujar Nuh.Namun persoalannya, lanjut Nuh, mata anggaran tentang bandwidth belum bisa diposisikan sebagai mata anggaran sebagaimana kalau kita membeli barang lain. "Jadi belum dikenal di mata anggaran kita, sehingga dimasukkan sebagai suatu mata anggaran yang lain, ataupun mata anggaran telepon padahal itu bukan telepon," tukas Nuh.Oleh karena itu, kata Nuh, ada dua aspek yang harus dibenahi. Yaitu pengakuan bahwa memang belanja bandwidth itu sebagai bagian dari belanja barang dan yang kedua, setiap sekolah itu harus ada budget khusus untuk bandwidth."Di sekolah itu kan sekarang ada anggaran BOS (bantuan operasional sekolah), buku dan anggaran macam-macam. Ke depannya, di samping pemerintah menganggarkan anggaran tersebut juga perlu ada subsidi mengenai anggaran bandwidth," imbuh Nuh.Rencana pemerintah terkait hal ini sepertinya sudah ada, namun saya tinggal menekankan saja, tandasnya.
(ash/wsh)