Pajang Korban Tsunami Aceh di Situs, Guru Dipenjara
- detikInet
Jakarta -
Seorang guru divonis 30 bulan penjara karena memajang foto anak-anak yang telanjang dan berpakaian renang di internet. Guru itu juga diketahui memajang foto anak-anak meninggal karena tsunami di Aceh.Guru yang tak pantas ditiru itu adalah Toshio Watanabe (34), seorang guru sekolah dasar di Tokyo, Jepang. Watanabe divonis oleh Pengadilan Negeri Tokyo bersalah karena 'menyakiti perasaan keluarga korban musibah'.Seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (5/7/2007), Watanabe juga telah divonis berperilaku bertentangan dengan kewajibannya sebagai seorang guru sekolah dasar.Namun majelis hakim yang diketuai Osamu Iguchi memberikan hukuman percobaan sebagai ganti pidana penjara, yakni 5 tahun percobaan."Pantas untuk memberi dia kesempatan untuk belajar membatasi diri ketika menjalani kehidupan bermasyarakat," kata Iguchi.Watanabe yang kehilangan pekerjaannya setelah ditahan Februari 2007 lalu memiliki sebuah situs yang bernama 'Club Kids'. Situs itu diisi dengan foto anak-anak yang telanjang atau memakai baju renang.Kesalahan Watanabe adalah mendistribusikan foto anak-anak telanjang melalui email ke setiap orang yang mengunjungi situsnya. Watanabe juga terkena pidana pelanggaran hak atas kekayaan intelektual karena memajang foto seseorang tanpa izin pemiliknya yang sah.Koleksi fotonya juga dilengkapi dengan foto anak-anak korban kecelakaan, perang atau bencana alam. Termasuk dalam koleksinya, foto anak-anak yang meninggal akibat tsunami yang menghantam Aceh dan Nias pada Desember 2004 lalu.Koleksi Watanabe merupakan koleksi pribadinya, yang didapat dari perjalanannya ke Indonesia tak lama setelah tsunami terjadi.
(sss/wsh)