Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
LPEM-UI: Telkomsel dan Indosat Terlibat Monopoli?

LPEM-UI: Telkomsel dan Indosat Terlibat Monopoli?


- detikInet

Jakarta - Sebuah penelitian menunjukkan, dua operator seluler utama di Indonesia diindikasikan terlibat persaingan tidak sehat yang terkait monopoli. Apakah karena keduanya dimiliki Singapura? Demikian salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarkat, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-UI). Hasil penelitian itu dipaparkan dalam seminar 'Potret Persaingan Industri Telepon Seluler di Indonesia' yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, Selasa (29/5/2007). Dr. Nuzul Achjar dari LPEM-UI mengatakan indikasi adanya persaingan yang tidak sehat itu terlihat setelah membandingkan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) masing-masing operator. "EBITDA yang tinggi merupakan indikasi adanya mekanisme persaingan yang tidak efektif," tutur Nuzul. Hingga September 2006, menurut penelitian LPEM-UI, EBITDA Telkomsel memiliki nilai yang sangat tinggi. "Telkomsel hampir tiga kali Indosat, dan sekitar delapan kali Excelcomindo," tukas Nuzul. Price Fixing?Hal lain yang diindikasikan terjadi adalah adanya price fixing, yaitu keseragaman tarif beberapa operator berdasarkan kesepakatan di balik layar. Nuzul memaparkan keseragaman lebih kerap terjadi jika data yang dibandingkan adalah antara Telkomsel dan Indosat. "Keseragaman rata-rata tarif terjadi pada tarif antara telepon seluler ke PSTN (sambungan telepon tetap-red) pada data Telkomsel-Indosat. Keseragaman varians tarif terjadi pada tarif intra operator dan antar operator pada data Telkomsel-Indosat. Sedangkan keseragaman varians kenaikan tarif terdapat pada tarif ke PSTN untuk data Telkomsel-Indosat-Excelcomindo," Nuzul memaparkan. Meski demikian, Nuzul menambahkan, pola tarif yang sama tidak selalu berarti price fixing ataupun hasil kolusi. Oleh karena itu ia berharap Pemerintah dan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) bisa menelaah lebih jauh hasil penelitian ini. Singapore ConnectionDalam pemaparan itu Nuzul juga mengedepankan fakta bahwa saham Telkomsel dan Indosat sama-sama dimiliki anak perusahaan Temasek Holding, sebuah grup investasi asal Singapura. Sebagian saham Telkomsel (35%) dimiliki Singtel sedangkan Indosat (41,94%) oleh STT. Temasek Holding juga memiliki saham (5%) di Telekom Malaysia, pemilik 27,3 persen saham Excelcomindo.Meski demikian, Temasek seakan-akan hanya melihat Telkomsel. Nuzul mengatakan, dalam sebuah siaran pers Februari 2007 Temasek memuji-muji Telkomsel namun nyaris tidak menyebut Indosat. "Jadi ada apa ini? Kemungkinan ada indikasi pembelian saham Indosat oleh Temasek adalah untuk tujuan non-ekonomis," tukasnya. (wsh/wsh)





Hide Ads