Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Pembajak Ngalah di Pengadilan

Bos Pembajak Ngalah di Pengadilan


- detikInet

Jakarta - Drama 5 tahun pengejaran terhadap bos jaringan pembajakan internasional DrinkorDie berakhir di meja hijau. Sang pimpinan, 'BanDiDo', akhirnya mengaku. DrinkorDie adalah salah satu kelompok pembajak terbesar dan tertua di dunia. Hew Raymond Griffiths, yang lebih dikenal dengan nama BanDiDo, mengaku bersalah atas pelanggaran hak cipta dalam sebuah persidangan di Virginia, Amerika Serikat.Seperti dikutip detikINET dari TheRegister.co.uk, Rabu (25/4/2007), pihak berwajib telah main kucing-kucingan dengan BanDiDo selama lima tahun belakangan ini. BanDiDo diekstradisi ke AS pada Februari 2007, setelah menghindari ekstradisi selama tiga tahun di Australia. Warga negara Inggris berumur 44 tahun itu kini menghadapi kemungkinan hukuman hingga 10 tahun dan denda US$ 500.000. Ia mengaku bersalah terhadap dakwaan melakukan tindakan kriminal pelanggaran hak cipta dan konspirasi untuk melakukan tindakan kriminal pelanggaran hak cipta.Griffith bersama kelompok DrinkorDie yang dipimpinnya menjadi terkenal di seluruh dunia setelah melansir versi bajakan Windows 95 beberapa hari sebelum sistem operasi Microsoft itu diluncurkan secara resmi. Kelompok itu juga melakukan pembajakan terhadap piranti lunak populer lain, film, dan konten digital lainnya. DrinkorDie, yang didirikan di Rusia, mulai beroperasi sejak 1993 dan merupakan kelompok yang cukup hati-hati. Mereka memanfaatkan password dan enkripsi untuk menghindari upaya-upaya pihak berwajib untuk menghentikan aksi mereka. Keruntuhan kelompok ini mulai terjadi saat, pada tahun 2001, Departemen Kehakiman AS bersama pihak imigrasi melakukan razia pada lebih dari 70 lokasi di AS dan beberapa negara lain. Hingga kini, operasi bernama 'Operation Buccaneer' itu telah menghasilkan 40 dakwaan.Griffiths alias BanDiDo memang bukan orang sembarangan. Selain mengepalai DrinkorDie, ia juga disebut memimpin kelompok pembajak bernama Razor1911 dan RiSC. Di DrinkorDie Griffiths 'berduet' dengan seorang Amerika bernama John Sankus Jr. alias 'eriFlleH'. Lebih jauh lagi, kasus BanDiDo menjadi unik karena ia tidak disebut mengambil keuntungan finansial dari tindakannya. Konon ekstradisi Griffiths adalah untuk pertama kalinya dilakukan terhadap tersangka dalam kasus pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual.Foto: Hew Raymond Griffiths. Sumber: smh.com.au/Wade Laube. (wsh/wsh)




Hide Ads