JK: Copyright, Bukan Right to Copy
- detikInet
Jakarta -
Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai sumber daya manusia bidang teknologi informasi (TI) di Indonesia sudah cukup hebat."Kemampuan SDM TI Indonesia sudah hebat, tapi sulit berkembang karena pembinaan HaKI seperti copyright, ada produk yang baru saja diluncurkan namun sudah ada jiplakannya," ujar Jusuf Kalla saat membuka Seminar Nasional Cybercrime DPP Golkar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (12/4/2007). Jusuf Kalla melihat pelanggaran HaKI hanya menguntungkan dalam jangka pendek. "Untuk jangka pendek kita memang untung, tapi untuk jangka panjang kita bakal rugi. Di Indonesia jangan sampai terjadi right to copy tapi harus copyright," tegasnya. "Jadi kalau dibiarkan terus akan berbahaya bagi Indonesia sendiri," imbuhnya.Menurut dia teknologi bersifat universal dan netral, dan sifat netral tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal baik dan jelek tergantung cara penggunaannya. Terlebih di dunia maya (cyber), Kalla menilai pentingnya penegakan hukum dalam menanggulangi dampak buruk kejahatan dunia cyber. "Harus tersedia hukum yang tidak hanya bersifat nationwide, tapi juga internasional, karena cakupannya sudah lintas batas," ujarnya.Kolaborasi Ahli TI dan Ahli HukumKalla juga menyarankan, perlu adanya kolaborasi antara ahli TI dengan ahli hukum Indonesia dalam penanggulangan cybercrime. Karena jika dilakukan sendiri-sendiri, maka pendekatan yang dihasilkan akan berbeda.Dia mencontohkan, arti pembobolan di sisi hukum berbeda dengan arti pembobolan dari sisi orang TI sehingga dibutuhkan kolaborasi dari kedua bidang ini.
(nks/nks)