'Jangan Salahkan Konsumen Pakai Software Bajakan'
- detikInet
Moscow -
Microsoft menuntut seorang kepala sekolah di Rusia, Alexander Ponosov, terkait penggunaan software bajakan di sekolahnya. Ponosov sendiri adalah kepala sekolah di sebuah kota kecil di kawasan Pegunungan Ural, Perm, sekitar 620 mil sebelah timur Moscow. Ia dituntut pada bulan Februari lalu dengan tuduhan telah melanggar hak-hak milik intelektual. Ponosov didakwa telah menginstal sistem operasi Windows dan program Microsoft Office versi bajakan di komputer sekolahnya.Namun Ponosov bersikeras bahwa bukan pihaknya yang menginstal software bajakan itu. Software tersebut, menurut Ponosov, sudah terinstal ketika mereka membeli komputer.Ponosov, untuk kedua kalinya, telah diadili di pengadilan. Lebih lanjut juru bicara pengadilan regional Perm, Anatoly Sobolev, mengatakan pihaknya telah membatalkan putusan pengadilan lokal sebelumnya yang menyatakan bahwa Ponosov tidak bisa dituntut karena kasus ini dinilai 'sepele'. Tak jelas apa alasan pengadilan membatalkan putusan tersebut.Menanggapi kasus tuntutan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyerukan pendapatnya. Putin, seperti dilansir AP dan dikutip detikINET, Rabu (28/3/2007), menyebutkan kasus Ponosov sebagai 'omong kosong'. Menurut Putin, produsen barang bajakanlah yang seharusnya dijadikan sasaran, bukan konsumen.Sementara itu Microsoft mengatakan tidak akan mengenakan denda. Raksasa software asal Redmond Amerika Serikat itu juga menolak memberikan rincian kasus tuntutannya terhadap Ponosov.Rusia sendiri tercatat sebagai produsen terbesar barang-barang bajakan setelah Cina. Menurut para pejabat di Rusia dan di negara-negara Barat lainnya, Rusia seharusnya lebih keras bertindak terhadap para 'pedagang gelap' kaset rekaman, DVD ataupun software.Rusia saat ini sedang berjuang dalam penumpasan kasus-kasus pembajakan dalam usahanya untuk bergabung dengan organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO).
(dwn/dwn)