Akses Porno Terbongkar, Microsoft Digugat Rp 1,8 M
- detikInet
Jakarta -
Seorang warga negara Amerika Serikat menuntut Microsoft sebanyak US$ 200 ribu atau sekitar Rp 1,8 miliar (US$1=Rp.9216 sumber:detik.com) setelah mengetahui browser Internet Explorer-nya gagal melakukan penghapusan terhadap history yang berisi daftar kunjungan ke berbagai situs-situs pornografi.Michael Alan Crooker membeli komputer merek Hewlett-Packard (HP) dengan sistem operasi Windows XP beserta Internet Explorer (IE) di dalamnya dari toko pengecer Circuit City. Crooker mengaku penjual telah meyakinkan dirinya soal keamanan privasi yang dimiliki komputer tersebut.Malang bagi Crooker. Suatu hari ia ditangkap dengan tuduhan kepemilikan senjata api dan barang-barang pribadinya diperiksa, termasuk komputer tersebut. Seperti dikutip detikINET dari Vnunet.com, Selasa (6/3/2007) polisi membuka keamanan komputernya dan menemukan history kumpulan situs-situs yang pernah Crooker kunjungi. Di samping itu, polisi juga menemukan video mesum Crooker bersama pacarnya.Sebenarnya Crooker sudah cukup cerdas dengan menggunakan perangkat keamanan bernama DriveLock, yang melindungi data dengan mematikan hardisk apabila kata kuncinya tidak tepat. Namun FBI tak kalah cerdik. Mereka mampu melewati proteksi ini dan berhasil membuka isi hardisk Crooker.Hasilnya, history daftar kunjungan situs pun terungkap. Padahal, menurut Crooker, Internet Explorer-nya sudah diatur untuk secara otomatis menghapus rekaman kunjungan setiap 5 hari sekali. Dalam gugatan hukumnya, Crooker menyatakan daftar kunjungan yang ada dalam history IE seharusnya dihapus secara permanen dan tidak dapat diperoleh kembali. Crooker juga menambahkan kejadian ini membuatnya sangat malu atas segala detail dan informasi yang ditemukan polisi dalam komputernya. Selain menggugat Microsoft, Crooker juga mengklaim telah melakukan kesepakatan dalam kasus serupa dengan HP dan Circuit City. Namun sebelum Crooker melakukan hal-hal tersebut, ia seharusnya memikirkan nasibnya dulu. Pasalnya, saat ini ia masih mendekam di penjara Connecticut sambil menunggu pemeriksaan pengadilan. Ia menghadapi tuntutan penjualan senjata api rakitan ilegal dan kepemilikan perlengkapan pembuat bom.
(lni/wsh)