Duopoli Belum Optimal
Pemerintah Perluas Peluang Usaha Telepon Tetap
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah menilai, dalam kurun waktu lima tahun (2000-2005) dibukanya era duopoli telekomunikasi, perkembangan industri telekomunikasi belum menunjukan hasil maksimal, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan layanan telekomunikasi bagi msyarakat. Untuk itu pemerintah memperluas peluang usaha telepon tetap.Hal tersebut terungkap dalam white paper "Rencana Pembukaan Peluang Usaha Pembangunan Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal, Penyelenggaraan Jaringan Tetap SLJJ Dan Penyelenggaraan Jaringan Tetap Sambungan Internasional". Gatot S. Dewa Broto, Kepala Bagian Umum dan Humas Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, mengatakan pembukaan peluang usaha telepon tetap ini bertujuan antara lain untuk meningkatkan laju pertumbuhan dan perkembangan industri telekomunikasi, serta meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi bagi masyarakat.Dalam white paper disebutkan, peluang usaha telepon tetap ini terbuka bagi badan usaha yang berbadan hukum Indonesia, dan tidak berafiliasi dengan operator yang memiliki izin telepon tetap. Kesempatan ini dibuka bagi operator eksisting (operator yang belum memiliki izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal), maupun calon operator. Izin yang diberikan berupa paket izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal dan SLJJ.Pemerintah akan menyeleksi badan usaha yang berminat menyelenggarakan telepon tetap lokal, dan penilaian akan didasarkan pada kemampuan finansial perusahaan, lokasi pembangunan jaringan tetap lokal (wilayah yang belum terlayani mendapat nilai lebih), kapasitas sentral lokal yang akan dibangun, jumlah dan lokasi sentral lokal, serta jaringan eksisting.Sebelum menggelar tender penyelenggara telepon tetap, Postel akan membuka konsultasi publik untuk menghimpun masukan, guna menyempurnakan dokumen white paper. Konsultasi publik berlangsung sampai 15 Desember 2006.
(nks/nks)