Niat Kominfo Matikan TV Analog: Biar TV Bersaing dengan YouTube Cs

Niat Kominfo Matikan TV Analog: Biar TV Bersaing dengan YouTube Cs

ADVERTISEMENT

Niat Kominfo Matikan TV Analog: Biar TV Bersaing dengan YouTube Cs

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 29 Des 2022 14:13 WIB
TV digital di Tulungagung
Tujuan Kominfo mematikan siaran TV analog di seluruh Indonesia dan menggantikannya dengan siaran TV digital (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan misi lain di balik penghentian siaran TV analog dan digantikan TV digital, yakni dapat bersaing dengan media baru seperti YouTube, Netflix, dan lainnya.

Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia, mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya berkolaborasi dalam pelaksanaan Analog Switch Off (ASO).

"Kita terus berkolaborasi agar mimpi kita migrasi TV analog ke digital ini jangan sampai Indonesia nantinya sebagai negara penutup, karena semua negara sudah pindah ke siaran TV digital," ujar Gery dalam webinar Refleksi ATSDI 2022 di Jakarta, Kamis (29/12/2022).

"Pemerintah sifatnya netral, Kita inginnya berjalan smooth, lancar, makanya pemerintah selalu mengajak semua industri, stakeholder, TV analog, kemudian penyelenggara infrastruktur semua dilibatkan termasuk pengamat," kata Gery.

Saat penerapan suntik mati TV analog pada 2 November lalu di wilayah Jabodetabek dihiasi adanya 'penolakan' penghentian siaran TV analog dari MNC Grup dan Viva Grup. Hal itu direspon pemerintah dengan mencabut Izin Siaran Radio (ISR) analog perusahaan Harry Tanoe. Selang sehari berikutnya, mereka pun mematikan siaran analog dan turut beralih ke digital.

Lebih lanjut, Gery memaparkan bahwa ada 514 kabupaten/kota yang di mana 265 kabupaten/kota sudah dimatikan siaran TV analog dan TV digital mengudara.

"Tantangannya menyakinkan, terutama pelaku industri ini untuk pindah ke siaran TV digital, yang intinya kalau pindah banyak sekali manfaatnya. Selain dari kualitas gambar, dapat berkompetisi dengan media baru. Kalau tetap analog, mungkin ditinggalkan. Masyarakat kita sudah megang gadget, kalau kualitas gambar, suara, dan teknologinya tidak menarik, akan ditinggalkan," tutur Gery.

Kemudian dari sisi masyarakat juga terlibat dalam menyukseskan digitalisasi penyiaran ini. Untuk itu, penyelenggara infrastruktur, kata Gery, harus telah membangun secara merata di seluruh Indonesia.

"Jadi, infrastruktur itu harus bagus, merata di seluruh Indonesia, sinyal juga bagus. Kalau sudah coverage bagus, otomatis masyarakat dengan mudah menerima siaran TV digital," pungkas dia.



Simak Video "Mahfud Md Sampaikan Daftar Stasiun TV yang Masih Bandel Siaran Analog"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT