Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Menristek Inginkan Fasilitas Warnet Bagi Tunanetra

Menristek Inginkan Fasilitas Warnet Bagi Tunanetra


- detikInet

Jakarta - Menristek Kusmayanto Kadiman menginginkan setiap penyandang keterbatasan fisik mendapatkan kemudahan untuk mengakses informasi di tiap tempat semisal warung internet (warnet)."Saya sih inginnya dari tiga komputer yang ada di warnet, satu komputer bisa digunakan oleh tunanetra," ujarnya pada detikINET di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (27/7/2006).Untuk mewujudkan cita-cita itu, Kusmayanto mengaku sedang mengembangkan aplikasi pengolah kata menjadi suara, text to speech (TTS), menggunakan software berbasis terbuka alias open source.Namun yang menjadi kendala saat ini, lanjut dia, masih banyak warnet di Indonesia yang memilih menggunakan sistem operasi tertutup dan berlisensi produksi Microsoft. Sayangnya, masih menurut dia, mayoritas warnet masih menggunakan bajakan.Ide untuk memfasilitasi tunanetra di tiap warnet pun akhirnya tertunda. Menurutnya, isu pembajakan di warnet harus terlebih dulu diselesaikan, baru program fasilitas itu bisa berjalan."Itu (warnet) yang pakai bajakan asal setor ke pelindung, mereka terlindungi. Sehingga pembajakan tetap marak. Jadi masih panjang perjalanannya, nggak sesederhana itu. Sudah setahun saya teriak-teriak soal IGOS tapi nggak jalan-jalan," keluhnya.IGOS atau Indonesia Goes Open Source adalah program nasional penggunaan software legal berbasis open source. Program ini ditujukan sebagai alternatif piranti lunak dengan biaya rendah demi mengurangi penggunaan software bajakan. Namun sayangnya, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya sadar akan hal tersebut.Jangan Putus AsaDi kesempatan yang sama, Kusmayanto menjadi juri regional untuk program Samsung Digital Hope 2006 di Asia Tenggara dan Oceania untuk ketiga kalinya.Meskipun program itu dinilai belum memberikan kontribusi yang signifikan untuk menjembatani kesenjangan digital di Indonesia, menurut dia, setidaknya membantu mengikis secara perlahan tapi pasti."Jangan pernah berhenti berupaya untuk memberikan harapan dan menghilangkan kecemasan dan ketakutan pada rakyat akan ketidakpastian masa depan," tutur Menteri menirukan pidato Presiden SBY yang didengarnya hingga dua kali. (rou) (dwn/)






Hide Ads
LIVE