Ada Ancaman Resesi Ekonomi 2023, Industri Digital Adalah Kunci!

Ada Ancaman Resesi Ekonomi 2023, Industri Digital Adalah Kunci!

ADVERTISEMENT

Ada Ancaman Resesi Ekonomi 2023, Industri Digital Adalah Kunci!

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Rabu, 30 Nov 2022 11:50 WIB
Sinar Mas Land menghadirkan Techpolitan di The Breeze BSD City. Techpolitan adalah ruang edukasi dan entertainment yang diperuntukkan bagi pemuda untuk menuangkan minat dan semangat berkreasi dalam industri teknologi digital.
Ilustrasi industri telekomunikasi dan digital yang bisa jadi kunci menghadapi resesi ekonomi global 2023 (Foto: Sinar Mas Land)
Jakarta -

Ancaman resesi ekonomi global 2023 dikhawatirkan banyak pihak. Industri telekomunikasi dan digital bisa menjadi solusinya.

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo, Ismail, berbicara dalam Diskusi Akhir Tahun Indotelko Forum. Dia mengatakan jalan keluar menghadapi resesi adalah industri telekomunikasi dan digital.

"Industri telekomunikasi dan digital menjadi tumpuan harapan untuk sektor-sektor yang lain. Aktivitas kehidupan ekonomi masyarakat sangat bergantung pada ekonomi digital," kata Ismail, Rabu (30/11/2022).

Untuk menghadapi tantangan perlambatan ekonomi dunia, Ismail mengatakan pemerintah Indonesia tidak mau terjebak di dalamnya. Oleh karena itu ada 4 strategi yang disiapkan, melihat perubahan dalam industri digital yang tadinya bertumpu pada infrastruktur, beralih kepada platform, aplikasi dan konten.

"Yang pertama kami melakukan deregulasi lewat UU Cipta Kerja yang memberikan kebebasan pelaku industri untuk kolaborasi, sharing infrastruktur dan sharing spektrum," kata dia.

Dari UU Cipta Kerja juga mendorong program TV digital atau Analog Switch Off (ASO). Dampaknya, ada spektrum 700MHz yang bisa dimanfaatkan untuk pergelaran infrastruktur yang lebih efisien.

"Kedua, perubahan posisi pemerintah dari regulator menjadi investor, bukan untuk menjadi kompetitor tapi untuk kepentingan publik yang hasilnya bisa dikerjasamakan dengan operator," kata dia.

Menurut Ismail pemerintah membangun Palapa Ring, pagar backbone yang menghubungkan 514 kabupaten/kota dan menyiapkan satelit Hot Backup Satelite (HBS) dan Satria 1. Langkah ketiga adalah, mengembangkan literasi digital agar infrastruktur digital bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Mendorong hadirnya perangkat handset dan laptop dengan TKDN yang cukup tinggi yang dapat mendorong brand global produksi Indonesia karena tarifnya lebih murah dan mendorong industri dalam negeri menyiapkan hardware," kata dia.

Strategi lain dari pemerintah adalah membangun data center nasional untuk layanan publik yang lebih baik dan berorientasi pada keamanan. Yang terakhir adalah pemerintah mendorong ekosistem digital dengan pemanfaatan infrastruktur.

"Perlu solusi di tengah perlambangan ekonomi global. Perlu kolaborasi banyak pihak dari operator, vendor, akademisi, untuk bersama menyiapkan industri digital untuk mengawal pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.



Simak Video "Obat Penarawar Dalam Ketakutan Menghadapi Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT