Hati-hati! Marak Jualan iPhone IMEI-nya Bodong

ADVERTISEMENT

Hati-hati! Marak Jualan iPhone IMEI-nya Bodong

Adi Fida Rahman - detikInet
Rabu, 23 Nov 2022 16:15 WIB
iPhone 14 Plus
Marak Jual iPhone IMEI-nya Bodong. Foto: Sina MobileHati-hati!
Jakarta -

Berhati-hatilah membeli iPhone di toko yang tidak resmi. Sebab belakangan marak perangkat yang memiliki International Mobile Equipment Identity (IMEI) bodong.

Seperti dialami Sari, dia membeli iPhone 11 di salah satu e-commerce. Saat hendak membeli, sang penjual menjamin sinyal tidak terblokir karena pajak IMEI telah dibayarkan.

Karena percaya Sari pun membelinya. Dua bulan dipakai tidak ada kendala pada sinyal seluler.

Namun setelah update iOS 16, iPhone itu tidak menerima satu pun operator seluler yang ada di Indonesia. Dia kemudian menghubungi pihak penjual, sayangnya solusi yang diberikan kurang memuaskan.

"Saya disuruh membayar perpanjangan IMEI selama setahun," kata Sari.

Akhirnya Sari terpaksa pembayar jasa unloack IMEI demi iPhone 11 miliknya dapat terhubung dengan sinyal seluler operator Tanah Air.

Nur Akbar Said, Analis Kebijakan Ahli Madya / Ketua Kelompok Kerja Harmonisasi Standar, Dit Standardisasi, Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo.Nur Akbar Said, Analis Kebijakan Ahli Madya / Ketua Kelompok Kerja Harmonisasi Standar, Dit Standardisasi, Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Menanggapi masalah tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku telah mengetahui. Penindakan saat ini tengah dilakukan.

"Berdasarkan informasi dari APSI (Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia), kami sudah mengetahui adanya kegiatan ilegal untuk aktivasi IMEI ilegal, saat ini kami tindak lanjuti," terang Nur Akbar Said, Analis Kebijakan Ahli Madya / Ketua Kelompok Kerja Harmonisasi Standar, Dit Standardisasi, Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo.

Nur mengungkap Kominfo telah melakukan penelusuran. Rupanya modus operandi yang digunakan lewat aplikasi registrasi turis.

Mendapati itu, Kominfo memanggil perwakilan semua operator untuk menindaklanjuti itu.

"Karena turis yang diberikan jatah 3 bulan, diperpanjang lagi. Makanya kami meminta ke semua operator agar mereka menetapkan proses validasi identitas dari pemegang paspor," ujar Nur.

Menurutnya registrasi turis tidak boleh diwakilkan pihak ketiga. Hal ini seperti berlaku di luar. Contohnya di Bangkok, kendati di kedai-kedai kecil, turis diminta paspor untuk dipastikan orangnya sesuai.

"Jadi saat mereka beli SIM Card, pastikan mereka benar-benar turis," ujar Nur.

Pihak Kominfo pun sudah melakukan tindakan pada penyedia layanan jasa unlock IMEI.

"Kominfo sudah memberikan surat peringatan ke perusahaan market place untuk men-take down iklan jasa unlock IMEI. Karena ini tidak bisa dipihakketigakan, karena harus dilakukan sendiri oleh turis," jelas Nur.

"Data turis itu masih grey list. Kami akan hapus setiap tiga bulan. Ini agar menjaga storage kami agar tidak penuh" lanjutnya.



Simak Video "Cara Cek Kode IMEI di iPhone"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT