Menkominfo Tegaskan Siaran TV Digital itu Gratis

ADVERTISEMENT

Menkominfo Tegaskan Siaran TV Digital itu Gratis

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 03 Nov 2022 07:45 WIB
Siaran TV Analog Jabodetabek Dimatikan
Peralihan siaran TV analog ke TV digital. Foto: Adi Fida Rahman/detikcom
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengingatkan kembali bahwa siaran TV digital tidak berbayar ataupun menggunakan kuota internet.

Total sebanyak 230 kabupaten/kota, termasuk di dalamnya 14 kabupaten/kota di Jabodetabek, yang telah resmi dilakukan Analog Switch Off (ASO) atau dimatikan siaran TV analog dan digantikan dengan TV digital sampai pada 2 November 2022.

"Semua layanan televisi teresterial adalah layanan televisi tidak berbayar. Kalau televisi kabel itu kan berbayar, televisi teresterial tidak berbayar," ujar Menkominfo di Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Bagi masyarakat yang masih memiliki pesawat TV analog, maka dibutuhkan perangkat tambahan bernama set top box dengan merogoh kocek sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribuan agar bisa menerima siaran TV digital.

Sedangkan untuk kelompok rumah tangga miskin ekstrem berhak mendapatkan bantuan set top box gratis yang bersumber dari stasiun TV yang juga penyelenggara multipleksing (mux) dan ditambah dari Kementerian Kominfo.

"Untuk keluarga miskin tentunya disediakan oleh penyelenggara mux dan dibantu oleh pemerintah. Pemerintah sudah membagikan dan sebagian besar yang pemerintah sudah disalurkan di Jabodetabek," kata Johnny.

Kominfo sendiri telah membuka posko fisik di enam titik lokasi untuk wilayah Jabodetabek yang berlokasi di The Akmani Hotel (Jakarta), Hotel Bumi Wiyata (Depok), Hotel Amaroosa Grande (Bekasi), Hotel Novotel (Tangerang), Grand Zuri BSD City (Tangerang Selatan), dan Hotel Sajak The Heritage (Bogor).

Kehadiran posko tersebut untuk memfasilitasi masyarakat yang belum mendapatkan set top box gratis. Adapun posko itu mulai beroperasi sejak tanggal 2 hingga 4 November 2022, jam 08.00 - 19.00 WIB.

"Posko-posko itu yang akan melayani pertanyaan masyarakat dan melayani kebutuhannya, karena akan dicek NIK apakah sama dengan di daftar, sebab ini dibagi untuk keluarga desil 1 kemiskinan yang jadi targetnya," pungkasnya.

[Gambas:Youtube]

Simak Video 'Kominfo Sindir Siaran TV yang Belum Pindah ke Digital':

[Gambas:Video 20detik]




(agt/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT