Asosiasi Ungkap Kiamat TV Analog Jabodetabek 5 Oktober 2022 Sudah Tepat

Asosiasi Ungkap Kiamat TV Analog Jabodetabek 5 Oktober 2022 Sudah Tepat

ADVERTISEMENT

Asosiasi Ungkap Kiamat TV Analog Jabodetabek 5 Oktober 2022 Sudah Tepat

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 02 Okt 2022 12:08 WIB
TV Analog
Asosiasi Ungkap Kiamat Siaran TV Analog Jabodetabek 5 Oktober 2022 Sudah Tepat. Foto: @jcomp via freepik
Jakarta -

Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) mengungkapkan dimatikannya siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO) Jabodetabek pada 5 Oktober 2022 sudah tepat.

Dengan dilakukan suntik mati TV analog, nantinya masyarakat dapat menikmati siaran TV digital dengan suguhan kualitas penyiaran yang lebih oke, mulai dari layar bersih, suara jernih, hingga teknologi canggih.

Ketua Umum ATSDI Eris Munandar mengatakan bahwa pihaknya mengapreasi langkah yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tersebut. Eris Memandang wilayah Jabodetabek sangat tepat untuk memulai pelaksanaan ASO di Indonesia yang sudah beberapa kali mengalami penundaan ini.

Sebagai informasi, semula ASO mulai dilaksanakan bertepatan dengan HUT RI pada tahun lalu. Tetapi, Kominfo menunda hingga diterapkan 30 April 2022. Meski telah diundur, migrasi TV analog ke digital tidak berjalan sesuai rencana awal sampai pada akhirnya menggunakan cara multiple ASO, di mana penghentian siaran TV analog secara terus-menerus sampai batas akhir 2 November 2022.

Eris Menambahkan sesuai dengan informasi yang didapat kalau wilayah Jabodetabek sudah memenuhi syarat sebagai wilayah yang bisa dilakukan dimatikan siaran TV analog.

"Di wilayah Jabodetabek ini, sudah ada siaran analog dan digital kemudian distribusi STB sudah melampaui dari ketentuan yang di syaratkan Kominfo, sehingga tidak ada alasan lain yang bisa menunda pelaksanaan analog switch off ini," ujar Eris dalam keterangan tertulisnya kepada detikINET, Minggu (2/10/2022).

Bagi Industri sendiri, Eris menjelaskan, pasti akan mengalami kondisi penurunan pemirsa dan iklan, akan tetapi kondisi ini sangat wajar terjadi pada saat peralihan teknologi.

Oleh karena itu ATSDI berharap agar kalangan Industri tidak menjadikan alasan ini untuk menunda kembali pelaksanaan ASO ini, karena mau kapanpun ini dilakukan akan ada dampak yang dirasakan walaupun dalam waktu yang singkat.

Disampaikannya, migrasi TV analog ke digital ini merupakan program strategis nasional yang harus kita dukung bersama, untuk menjaga efisiensi frekuensi yang harus digunakan untuk keperluan lain yang akan dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

"Begitupun dengan siaran TV digital ini, masyarakat akan mendapatkan siaran TV yang lebih Bersih gambarnya, Jernih suaranya, canggih teknologinya dan menghadirkan beragam content yang akan jauh lebih dekat dengan harapan masyarakat Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Mahfud Md Sampaikan Daftar Stasiun TV yang Masih Bandel Siaran Analog"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT