Pengguna iPhone Gugat Induk Facebook, Dituding Curi Data Pribadi

Pengguna iPhone Gugat Induk Facebook, Dituding Curi Data Pribadi

ADVERTISEMENT

Pengguna iPhone Gugat Induk Facebook, Dituding Curi Data Pribadi

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 26 Sep 2022 14:45 WIB
Istanbul, Turkey - July 11, 2016: Apple iPhone 6s screen with social media applications icons Facebook, Instagram, Twitter, Spotify, Youtube, Messenger, Apple Music, Safari, Maps, Whatsapp etc.
Foto: Getty Images/iStockphoto/bombuscreative
Jakarta -

Tiga orang pengguna iPhone mendaftarkan gugatan class action terhadap Meta -- induk Facebook -- karena diduga mencuri data pribadi pengguna iOS.

Gugatan class action ini merupakan buntut dari laporan Felix Krause, mantan engineer Google yang juga seorang peneliti keamanan, yang menuding Meta menyimpan keystroke (tombol yang dipencet) saat pengguna mengetik di browser bawaan Facebook untuk iOS.

Menurut Krause, Facebook dan Instagram bisa menggunakan deretan kode Javascript untuk merekam data kartu kredit, alamat, password, dan bermacam data lain tanpa seizin pengguna.

Kini, hasil temuan Krause itu dijadikan dasar untuk class action terhadap Meta oleh tiga orang pengguna iOS. Dalam gugatan yang mengatasnamakan para pengguna iOS yang terdampak itu mereka menuding Meta melakukan beberapa hal ilegal, antara lain:

  • Menutupi risiko privasi
  • Mengacuhkan pilihan privasi pengguna iOS
  • Mencegat, memantau, dan merekam semua aktivitas dari situs pihak ketiga yang dibuka dari browser Facebook atau Instagram

Para pelapor itu mengklaim Meta memakai data yang dikumpulkan itu untuk menyimpan informasi pengenal personal, informasi kesehatan, teks, dan berbagai data rahasia lain. Dalam gugatan ini, mereka diwakili oleh Adam Polk, pengacara dari Girad Sharp LLP.

Menurut Polk, sangat penting untuk menghentikan aksi Meta yang diam-diam menginvasi privasi penggunanya ini. Ia pun menyebut Meta (dulu masih bernama Facebook) pernah didenda USD 5 miliar oleh Federal Trade Commission (FTC) karena melanggar kesepakatan terkait privasi yang mereka tandatangani dengan FTC pada 2011.

Masalah Meta dengan Apple terjadi sejak App Tracking Transparency (ATT) diterapkan. Lewat aturan tersebut, Apple membolehkan pengguna untuk tak menyetujui datanya dipantau oleh aplikasi pihak ketiga.

Aturan semacam ini membuat perusahaan seperti Facebook mati kutu, karena mereka hidup dari data yang dikumpulkan tersebut, untuk kemudian "dijual" ke pengiklan dalam bentuk targeted ads, atau iklan yang disesuaikan latar belakang audiensnya.

Benar saja, sejak ATT diterapkan, Facebook sudah kehilangan potensi pendapatan sebesar USD 10 miliar, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (29/9/2022).



Simak Video "Induk Facebook Dikabarkan Akan PHK Massal"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT