Usai Rp 1.000 Triliun Raib, Zuckerberg Kena Kabar Buruk Lagi

Usai Rp 1.000 Triliun Raib, Zuckerberg Kena Kabar Buruk Lagi

ADVERTISEMENT

Usai Rp 1.000 Triliun Raib, Zuckerberg Kena Kabar Buruk Lagi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 24 Sep 2022 14:00 WIB
Singapore-28 DEC 2018:A photograph of the Google logo in the lobby of Googles new campus and office in Singapore, which is regional HQ.
Induk Facebook dan Google Turut PHK Karyawan Foto: iStock
Jakarta -

Meta, perusahaan induk Facebook, dan Google kabarnya memberhentikan sejumlah karyawan untuk mengurangi pengeluaran di tengah pertumbuhan yang melambat.

Wall Street Journal melaporkan Meta berencana memangkas 10% pengeluaran dalam beberapa bulan ke depan. Eksekutif Meta tidak secara resmi menggunakan istilah PHK, tapi mereka mengurangi jumlah staf dengan mengatur ulang departemen dan memberikan waktu bagi karyawan untuk melamar posisi lain di dalam perusahaan.

Sama seperti Meta, Google juga meminta beberapa karyawan untuk mencari posisi lain di dalam perusahaan. Tidak diketahui berapa banyak karyawan Meta dan Google yang terdampak kebijakan ini. Per Juni 2022, Meta memiliki 83.553 karyawan dan Google mempekerjakan 174.014 karyawan.

Kebijakan Meta dan Google untuk mengurangi pengeluaran menunjukkan bagaimana kedua perusahaan, yang bisnis utamanya menjual iklan, sedang bersiap menghadapi ekonomi yang melemah. Keduanya juga sudah memberikan sinyal soal potensi PHK.

Dalam pengumuman laporan keuangan Meta pada bulan Juli, CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan perusahaannya berencana mengurangi pertumbuhan jumlah karyawan dalam setahun ke depan. Rencana ini diumumkan setelah pendapatan Meta pada Q2 2022 turun 1% dibandingkan tahun sebelumnya.

PHK karyawan Meta ini menjadi kabar buruk bagi Zuckerberg. Tahun ini, dia sudah kehilangan harta USD 71 miliar atau lebih dari Rp 1.000 triliun lantaran performa saham Meta yang terus menurun.

Kekayaan pendiri Facebook dan saat ini CEO Meta tersebut 'tersisa' USD 55 miliar. Menurut Bloomberg Billionaires Index, Zuck saat ini menempati posisi 20 orang terkaya, setelah sebelumnya selalu masuk daftar 5 besa

Di sisi lain, CEO Alphabet dan Google Sundar Pichai juga memberikan indikasi soal mengurangi perekrutan karyawan. Tapi juru bicara Google mengatakan perusahaan tetap fokus untuk mengisi posisi engineer, teknisi, dan peran penting lainnya.

Baik Meta maupun Google sama-sama tidak menyebut kebijakannya sebagai PHK. Karyawan yang terpilih diberi waktu untuk mencari posisi lain di dalam perusahaan atau memilih mundur.

Karyawan Meta diberikan waktu sekitar 30 hari, sedangkan karyawan Google biasanya memiliki waktu sekitar 60 hari untuk melamar posisi lain di perusahaan jika posisi mereka dihilangkan, seperti dikutip dari Cnet, Sabtu (24/9/2022).

Juru bicara Google mengatakan hampir 95% karyawan yang mengaku tertarik untuk bertahan di perusahaan mendapatkan posisi baru dalam waktu yang ditentukan.

Gelombang PHK dan pengurangan staf tidak hanya dialami Meta dan Google. Bulan lalu, Snap yang merupakan perusahaan induk Snapchat mengumumkan PHK terhadap 20% karyawan.



Simak Video "Induk Facebook Dikabarkan Akan PHK Massal"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT