Skenario Jika WhatsApp, FB, Google Cs Benar-benar Diblokir

Skenario Jika WhatsApp, FB, Google Cs Benar-benar Diblokir

ADVERTISEMENT

Skenario Jika WhatsApp, FB, Google Cs Benar-benar Diblokir

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 18 Jul 2022 13:47 WIB
BERLIN, GERMANY - SEPTEMBER 17:  German politician Christian Lindner of the FDP political party uses an Apple iPhone as he attends the Walther Rathenau Award ceremony on September 17, 2015 in Berlin, Germany. The award is in recognition of foreign policy achievements and Queen Ranias efforts on behalf of refugees and children.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Skenario Jika WhatsApp, Google Cs Benar-benar Diblokir (Foto: GettyImages)
Jakarta -

Pemerintah melalui Kominfo menegaskan batas akhir pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat adalah 20 Juli 2022. Artinya dua hari lagi Google, Facebook, WhatsApp, hingga Netflix terancam diblokir. Bagaimana jika benar-benar terjadi?

Tentu jika benar terjadi pemblokiran karena mereka belum mendaftar PSE, akibatnya bisa runyam mengingat ketergantungan banyak orang. Nah diharapkan, pemerintah dalam hal ini Kominfo bisa main cantik.

"Diharapkan ditegakkan pada saat pertama kali dengan elegan dan tidak menimbulkan kekacauan. Komunikasikan dengan baik dan terukur. Berikan kesempatan yang fair dan cukup dengan timeline yang jelas dan profesional," sebut pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, kepada detikINET, Senin (18/7/2022).

"Dan kalau memang harus melakukan tindakan tegas, kalau sudah diperingati dan tetap membandel, penegakan aturan tetap harus dilakukan. Infomasikan kepada masyarakat dan lakukan antisipasi yang diperlukan untuk meminimalisir kerugian atau masalah yang akan timbul sehubungan dengan terhentinya layanan PSE ini," tambah dia.

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh kalah terhadap aplikasi. "Kalau bargaining position apps sudah sedemikian kuat, dan dibiarkan. Pada suatu titik nanti negara yg kalah dan kepentingan komersial pembuat aplikasi yg diutamakan. Pada akhirnya pengguna apps itu yang akan menjadi korban," demikian pendapatnya.

Ia mencontohkan, beberapa waktu yang lalu OJK sebagai badan tertinggi pengawas keuangan harus 'mengemis' ke Google supaya mereka memblokir aplikasi pinjol yang bermasalah. Seharusnya OJK bisa melakukan itu tanpa perlu bantuan atau izin pihak lain karena kita harus berdaulat di ranah digital kita sendiri.

Namun demikian, memang pemblokiran tidak bisa dilakukan dengan semena-mena melainkan harus bijaksana dan tidak tergesa-gesa. Patut dipikirkan dampaknya bagi masyarakat sehingga misalnya, harus ada layanan alternatif.

"Kalau WhatsApp misalnya besar kepala dan tidak mau daftar PSE atau ikut aturan, Kominfo jangan gelap mata main blokir semua. Siapkan aplikasi lain yang mau ikut aturan misalnya ada pilihan Telegram, Signal, Line dan sejenisnya. Jadi masyarakat tidak terputus dan ada alternatif. Misalnya Instagram tidak mau daftar, kan ada TikTok yang sudah daftar PSE," sebut Alfons.



Simak Video "WhatsApp-Instagram Sudah Daftar PSE Lingkup Privat"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT