Analog Switch Off Dorong Peningkatan Digital Dividen & Ekonomi RI

Analog Switch Off Dorong Peningkatan Digital Dividen & Ekonomi RI

Inkana Izatifiqa R Putri - detikInet
Sabtu, 14 Mei 2022 13:52 WIB
Pemerintah mewanti-wanti masyarakat untuk bersiap migrasi ke TV digital. Set top box (STB) untuk migrasi ke TV digital pun sudah mulai marak dijual di toko elektronik.
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Program Analog Switch Off (ASO) berkaitan erat dengan peningkatan digital dividen dan digital ekonomi di Indonesia. Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informasi menjelaskan tanpa ASO, digital dividen tidak mungkin ada.

Penerapan ASO akan berdampak terhadap penataan pita frekuensi. Adapun pita frekuensi merupakan sumber daya yang terbatas.

Dengan demikian, penggunaannya perlu dirancang dengan maksimal, efisien, dan produktif, khususnya untuk pita frekuensi 700 Mhz. Sebab, pita jenis ini berharga tinggi dan diminati banyak orang, namun ketersediaannya terbatas.

"Alasan lainnya, pita 700 Mhz ini yang digunakan untuk peningkatan infrastruktur layanan broadband, berhasil mendorong peningkatan sektor ekonomi digital sebuah negara," ujar Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo dalam keterangan resminya, Sabtu (14/5/2022).

Hingga saat ini, pita 700 Mhz masih kerap digunakan oleh penyiaran televisi dengan teknologi analog. Mengingat televisi saat ini bukan merupakan televisi berbayar atau berlangganan, maupun streaming melalui internet, melainkan menerima siaran dengan teknologi analog.

Padahal teknologi penyiaran analog, selama ini menggunakan hampir semua 'ruang' di pita frekuensi 700 Mhz. "Rentang frekuensi yang digunakan teknologi penyiaran analog antara 478 Mhz-806 Mhz. Ada 328 Mhz yang dipakai penyiaran analog. Angka 328 Mhz dihasilkan dari 806-478 Mhz," jelasnya.

Untuk itu, saat ini Kemenkominfo tengah menggencarkan migrasi mendorong penyiaran analog ke digital, salah satunya melalui ASO. Sebab, jika teknologi penyiaran bermigrasi ke digital, 'ruang' yang dipakai teknologi penyiaran tidak sebesar 328 Mhz, melainkan hanya 178 Mhz. Teknologi digital juga memungkinkan konten yang hendak disiarkan diubah jauh lebih kecil.

"Analog akan dihentikan pada 2 November 2022, untuk itu sekarang persiapan untuk migrasi ke digital. Penyiaran akan menggunakan teknologi digital yang hasil gambarnya bersih, suaranya jernih dan lebih canggih," papar Kemenkominfo.

Lebih lanjut, Kemenkominfo menjelaskan ASO juga akan mendorong terciptanya digital dividen. Dalam hal ini, digital dividen menunjuk ke rentang frekuensi yang jadi tersedia setelah sebelumnya digunakan penyiaran analog.

"ASO mendorong migrasi penyiaran analog ke digital. Migrasi teknologi membuat terciptanya 'ruang baru' di rentang pita frekuensi 700 Mhz. Ruang baru di frekuensi itu sebutannya digital dividen. Ruang yang hendak digunakan untuk layanan mobile broadband internet yang kebutuhannya akan terus meningkat seiring laju teknologi digital," jelasnya.

Klik halaman selanjutnya >>>