Kaspersky dan Dua Perusahaan China Masuk Daftar Hitam AS

Kaspersky dan Dua Perusahaan China Masuk Daftar Hitam AS

ADVERTISEMENT

Kaspersky dan Dua Perusahaan China Masuk Daftar Hitam AS

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 27 Mar 2022 09:45 WIB
Kaspersky
Kaspersky dan Dua Perusahaan China Masuk Daftar Hitam AS Foto: internet
Jakarta -

Regulator komunikasi Amerika Serikat (FCC) memasukkan perusahaan antivirus asal Rusia Kaspersky ke dalam daftar hitam karena dianggap mengancam keamanan nasional AS.

Ini pertama kalinya perusahaan Rusia masuk dalam 'entity list' FCC. Sebelumnya daftar ini kebanyakan diisi oleh perusahaan China seperti Huawei dan ZTE. Selain Kaspersky, kali ini FCC juga memasukkan China Telecom dan China Mobile International USA ke dalam daftar hitam.

Masuknya tiga perusahaan ini ke dalam daftar hitam AS berarti perusahaan asal AS dilarang menggunakan subsidi federal yang disediakan lewat Universal Service Fund untuk membeli produk atau layanan dari mereka atau perusahaan lainnya di dalam daftar.

"Saya menyambut baik bahwa badan keamanan nasional kami setuju dengan penilaian saya bahwa China Mobile dan China Telecom tampak memenuhi ambang batas yang diperlukan untuk menambahkan entitas ini ke daftar kami," kata Ketua FCC Jessica Rosenworcel dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari The Verge, Minggu (27/3/2022).

"Penambahan mereka, serta Kaspersky Labs, akan membantu mengamankan jaringan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh entitas yang dibekingi China dan Rusia yang berusaha terlibat dalam spionase dan membahayakan kepentingan Amerika," sambungnya.

Kaspersky langsung merespons keputusan FCC lewat situs resminya. Mereka mengatakan keputusan FCC diambil atas dasar politik terkait invasi Rusia ke Ukraina. Pengumuman FCC sendiri tidak secara langsung menyebutkan invasi Rusia atau peringatan Presiden Joe Biden tentang ancaman serangan siber dari Rusia.

Kaspersky menambahkan mereka tetap akan bekerjasama dengan pemerintah AS untuk menangani kekhawatiran FCC dan regulator AS lainnya.

Kisruh hubungan AS dan Kaspersky sudah dimulai sejak lama. Pada tahun 2017, intelijen Rusia diduga menggunakan antivirus Kaspersky untuk mencuri data rahasia dari National Security Agency, tapi tudingan tersebut dibantah oleh Kaspersky.

Sejak Rusia meluncurkan serangan ke Ukraina, beberapa negara seperti Jerman dan Italia melarang warganya untuk tidak menggunakan antivirus Kaspersky karena risiko spionase atau dipaksa meluncurkan serangan siber.



Simak Video "Reaksi Pentagon Mendengar Rudal Rusia Menghantam Negara NATO"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT