Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Google Suggest' Arahkan Pengguna ke Pembajakan?

'Google Suggest' Arahkan Pengguna ke Pembajakan?


- detikInet

Jakarta - Sebuah perusahaan yang bermarkas besar di Belgia, ServersCheck BVBA, lagi-lagi menggugat Google terkait hasil pencarian yang ditampilkannya di Google Suggest. ServersCheck BVBA merupakan perusahaan kecil pembuat software monitoring jaringan.ServersCheck mengklaim fitur Google Suggest, termasuk versi terbaru toolbar pencarian untuk Web browser, mengarahkan penggunanya untuk membajak software. Ketika pengguna menginputkan kata kunci (keyword) pencarian, toolbar tersebut akan menampilkan menu drop-down, yang 'menurut Google' berhubungan dengan kata kunci."Jika kata kunci 'serversCheck' diinputkan, Google akan men-generate hasil pencarian seperti 'serverscheck crack', 'serverscheck pro crack' dan 'serverscheck keygen', yang mengarahkan pengguna untuk membajak software," Maarten Van Laere, Direktur Utama ServersCheck menegaskan.Van Laere telah meminta Google agar konten ilegal tersebut disingkirkan dari indeks mereka, namun sepertinya Google tak mengindahkan permintaan tersebut. Kesal mungkin, Van Laere akhirnya mengajukan gugatan. Sebuah tindakan yang menurutnya merupakan sebuah opsi 'mahal' bagi perusahaan kecil seperti mereka, untuk melawan raksasa seperti Google.Van Laere juga telah berusaha meminta Google untuk mengubah hasil pencarian Suggest. Untuk diketahui saja, Van Laere memakai tool Google untuk menganalisa trafik Web."Bagi kami, gak masalah jika Anda bisa menemukan salinan ilegal software kami di Google," tandas Van Laere, seperti dilansir detikINET dari pcworld, Jumat (19/5/2006).Namun yang disesalkan Van Laere, pengguna yang ingin mencari produk perusahaan dengan niat baik, justru oleh Google diarahkan untuk mendapatkan crack-nya.Masalah SensorMenanggapi masalah ini, kepada sebuah koran Belgia, pengacara Google menuturkan bahwa kliennya tidak bisa menyaring hasil pencarian Google Suggest. "Ini terkait masalah sensor," katanya. Namun Van Laere beranggapan pembelaan Google itu tidak akurat. Nyatanya, menurut Van Laere, Google Suggest sendiri bisa untuk tidak menampilkan atau menawarkan item yang berhubungan dengan seksualitas seperti "pornography", "naked" dan "sex". Sampai berita ini diturunkan, pihak Google masih bungkam mengenai masalah ini.Konflik antara Google dan ServersCheck bukan kali pertamanya terjadi. Sebelumnya ServersCheck juga pernah komplain karena Google membolehkan seorang kompetitor memakai nama brand miliknya di sebuah periklanan. (dwn)(Catatan Redaksi:Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Pengisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.) (dwn/)





Hide Ads