Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indonesia Rencanakan Backbone Internet Internasional Mandiri

Indonesia Rencanakan Backbone Internet Internasional Mandiri


- detikInet

Jakarta - Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel) berjanji akan melakukan terobosan untuk menurunkan harga koneksi internet di Indonesia. Salah satunya, membangun backbone internet internasional sendiri. Demikian pernyataan Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar dalam siaran pers Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang diterima detikINET, Jumat (12/05/2006). Basuki disebut mengungkapkan hal itu dalam silaturahmi bersama pengurus APJII di Jakarta, Kamis (11/05/2006). "Agar internet segera tumbuh pesat dan bisa lebih murah, kita kalau perlu membangun infrastruktur yang bisa menjadi international backbone di Indonesia," kata Basuki. "Kalau perlu kita akan investasi demi Indonesia Incorporated," kata Basuki.Menurut APJII, selama ini Indonesia dalam hal internet seolah menjadi 'propinsi'-nya Singapura. Sebab, sebagian besar lalu-lintas internet Indonesia masuk ke backbone internasional di Singapura. Sebuah backbone internet internasional adalah koneksi internet berkapasitas besar yang berfungsi sebagai 'pipa utama' lalu lintas internet internasional. Singapura merupakan salah satu pusat pertukaran lalu lintas internet besar di dunia, selain Amerika, Hongkong, Perancis, Kanada, dan Australia. Basuki mengatakan, jika langkah itu yang hendak ditempuh, perlu ada perencanaan dan pengkajian yang matang serta mendalam. "Rencana ini belum menjadi keputusan. Harap dicatat. Tapi kita harus mengkaji lebih dulu, dan dibantu rekan-rekan dari lintas asosiasi," tegas Basuki. Gugus TugasTerkait dengan itu Postel mulai membentuk gugus tugas (taskforce) untuk melakukan pengkajian. Gugus tugas itu dipimpin oleh Ismail Ahmad, Kasubdit Akses Protokol Internet Ditjen Postel, dan Sylvia D. Sumarlin, Ketua Umum APJII yang bertindak sebagai wakil ketua tim gugus tugas.Tim tersebut akan mengkaji berbagai permasalahan dan kemungkinan, menyangkut biaya dan infrastruktur International Internet Backbone. Ini termasuk juga dampaknya terhadap pertumbuhan internet di Indonesia. Dijelaskan Basuki, dengan adanya tim kajian tersebut, akan diketahui kelayakan rencana tersebut. Kalau memang sangat bagus dan layak, pihaknya mengaku tidak segan-segan mengajukan pendanaannya memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Atau, ujarnya, juga bisa dibentuk konsorsium dengan Postel sebagai pemimpinnya. "Kami harapkan hal ini akan membuat harga internet, terutama bandwidth bisa lebih hemat," ujar Basuki. Selama ini, harga akses internet di Indonesia memang terasa mahal. Terutama jika dibandingkan dengan akses di negara lain. Salah satu faktor yang konon menyebabkannya adalah masih banyaknya akses ke situs-situs luar negeri. Pasalnya, akses ke luar negeri sebenarnya lebih mahal daripada akses lokal. Namun, karena biaya akses internet tidak membeda-bedakan antara lokal dan internasional, tarif internet secara umum pun ikut 'naik'. (wsh) (wsh/)







Hide Ads