Di Forum G20, Pemerintah Akan Pamer Metaverse Indonesia

ADVERTISEMENT

Di Forum G20, Pemerintah Akan Pamer Metaverse Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 18 Jan 2022 14:45 WIB
Presidensi G20 Digelar di Bali
Di Forum G20, Pemerintah Akan Pamer Metaverse Indonesia. Foto: Sylke Febrina/detikFinance
Jakarta -

Indonesia berpeluang besar mengembangkan metaverse versi tersendiri. Perhelatan Presidensi G20 2022 pun jadi unjuk gigi Indonesia di panggung dunia.

Pada kali ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan forum internasional anggota G20. Negara yang tergabung di dalamnya merepresentasikan perekonomian dunia dan memiliki posisi strategis, seperti menguasai 85% PDB dunia, 80% investasi global, 75% perdagangan dunia, dan 66% populasi dunia.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong kolaborasi multipihak dalam merintis dan mewujudkan metaverse versi Indonesia agar memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

"Metaverse Indonesia telah mulai terbentuk dari sektor yang ekosistem user-nya paling adaptif untuk mengadopsi inovasi digital. Hal ini pun akan terus berevolusi dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas," ujar Menkominfo Johnny G. Plate dalam pernyataannya, Selasa (18/1/2022).

"Tentunya, perkembangan ini menggunakan sumber daya, konektivitas, dan semua elemen informatika di Indonesia, serta melibatkan berbagai perusahaan yang telah berfokus untuk mengembangkannya," sambungnya.

Metaverse sendiri digadang-gadang sebagai masa depan internet di mana dengan software dan hardware khusus, pengguna dapat bekerja atau bermain di ruang virtual 3 Dimensi. Metaverse nantinya akan diakses melalui perangkat headset virtual reality yang semakin canggih.

Diperkirakan pembangunan metaverse ini membutuhkan waktu cukup lama dan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2024. WIR Group sebagai salah satu perusahaan teknologi perangkat lunak metaverse asal Indonesia akan memperkenalkan prototipenya pada perhelatan Presidensi G20 Indonesia 2022.

WIR Group akan mengajak perusahaan Meta (Facebook) dan Microsoft sebagai pengembang perangkat keras, seperti kacamata augmented reality dan virtual reality. Rencana kolaborasi pemerintah-swasta dan antar perusahaan ini diharapkan dapat merintis metaverse versi Indonesia yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

Chief Executive Officer (CEO) WIR Group Michael Budi optimis, sumber daya manusia dalam negeri mampu mengembangkan teknologi metaverse.

"Sebab, adanya dukungan dari pemerintah yang dilakukan secara masif akan sangat berpengaruh terhadap pengembang berbagai sektor kehidupan. Dalam waktu yang relatif cepat, visi pengembangan sektor teknologi metaverse secara pesat di Indonesia dapat terwujud," pungkasnya.



Simak Video "Penjelasan Kominfo soal Tren Metaverse di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT