Facebook Gugat Hacker Pencuri Data 178 Juta Pengguna

Facebook Gugat Hacker Pencuri Data 178 Juta Pengguna

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 26 Okt 2021 11:45 WIB
Aplikasi Facebook
Facebook Gugat Hacker yang Curi Data Milik 178 Juta Pengguna Foto: Unsplash/Kon Karampelas
Jakarta -

Facebook menggugat programmer asal Ukraina bernama Alexander Solonchenko karena ketahuan menjual data milik 178 juta pengguna Facebook. Sebagian data yang dicuri tersebut merupakan milik pengguna asal Amerika Serikat.

Solonchenko mencuri data pengguna dengan memanfaatkan fitur impor kontak di Messenger dengan menggunakan alat otomatis yang meniru perangkat Android. Ia memasukkan jutaan nomor telepon acak ke server Facebook dan mengumpulkan data saat Facebook mengembalikan informasi tentang akun yang terkait dengan nomor telepon tersebut.

"Solonchenko bekerja sebagai programmer komputer lepas dengan pengalaman bekerja dengan beberapa bahasa pemrograman termasuk Phyton, PHP, dan Xrumer, yang merupakan software yang digunakan untuk spamming; otomatisasi tugas di emulator Android; dan melakukan pemasaran afiliasi," kata Facebook dalam dokumen pengadilannya, seperti dikutip dari The Record, Senin (25/10/2021).

"Hingga pada atau sekitar Juni 2019, Solonchenko juga menjual sepatu secara online dengan nama bisnis 'Drop Top'," sambungnya.

Aksi Solonchenko berlangsung antara Januari 2018 dan September 2019. Ia berhenti mengumpulkan data pengguna setelah Facebook mematikan fitur impor kontak karena dieksploitasi oleh Solonchenko dan orang tidak bertanggung jawab lainnya.

Data-data yang dicuri Solonchenko kemudian ia jual di RaidForum, sebuah situs forum yang digunakan untuk jual beli data yang bocor atau dicuri. Ia mulai menjual data curian pada Desember 2020.

Facebook berhasil mengidentifikasi Solonchenko setelah ia menggunakan username dan detail kontak yang ada di akun RaidForum-nya untuk email dan akun di situs lowongan pekerjaan.

Dalam gugatannya, Facebook mengatakan Solonchenko juga mengumpulkan data dari target lain, termasuk salah satu bank terbesar di Ukraina. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini menuntut ganti rugi, dan melarang Solonchenko untuk mengakses produk Facebook atau menjual data yang sudah ia kumpulkan.

Ini bukan kasus pencurian data terbesar yang dialami Facebook. Sebelumnya hacker pernah mengambil data milik 533 juta pengguna menggunkan fitur impor kontak yang sama.



Simak Video "Wajah Baru Facebook Sebagai Meta"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)