Google Street View Diprotes, Ini Lho Aturan Sebenarnya

Google Street View Diprotes, Ini Lho Aturan Sebenarnya

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 25 Okt 2021 10:45 WIB
Kamera Google Street View
Google Street View Diprotes, Ini Lho Aturan Sebenarnya (Foto: Dok. Google)
Jakarta -

Seorang warga Tangerang memprotes rumahnya difoto Google Street View. Publik mesti tahu, ada cara untuk melindungi privasi kita di Google Street View.

Google Street View pada suatu titik tentu akan bertabrakan dengan urusan privasi orang. Ia memotret pemandangan 360 derajat di jalanan yang kemungkinan akan memotret wajah pejalan kaki, mobil, rumah dan aktivitas lain di luar ruangan.

Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau Google Street View memiliki layanan pengaduan untuk orang-orang yang merasa privasinya dilanggar. Dilihat detikINET dari informasi resminya, Senin (25/10/2021) Google Street View memiliki sederet aturan yang disebut sebagai Google-Contributed Street View Imagery Policy.

"Untuk meyakinkan bahwa semua orang melihat gambar Google Street View sebagai pengalaman positif dan menguntungkan. Kami menjelaskan bagaimana memperlakukan konten yang tidak patut dan kriteria menerbitkan gambar Street View di Google Maps," kata Google.

Pertama, Google menegaskan gambar Street View bukan real time, melainkan gambar sejak beberapa bulan atau tahun lalu. Google punya fungsi Time Machine untuk melihat foto-foto Street View hasil jepretan yang lebih lama.

Kedua, Google memburamkan Street View untuk melindungi privasi. Mereka sudah punya teknologi untuk langsung memburamkan wajah dan plat nomor kendaraan. Tapi kalau masih ada yang lolos, atau pengguna membutuhkan pemburaman lain seperti seluruh foto rumah, mobil, tubuh, dll, mereka bisa memakai fitur Report a Problem.

Ketiga, pengguna bisa melaporkan sendiri foto yang dinilai tidak layak ada di Google Street View. Foto itu adalah:

  • Pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual
  • Konten seksual
  • Konten kekerasan, berbahaya dan ilegal
  • Pelecehan seksual atau ancaman
  • Ujaran kebencian
  • Terorisme
  • Membahayakan anak kecil
  • Informasi personal yang bisa diidentifikasi

Jika menemukan foto yang masuk dalam kategori ini, apalagi terkait dengan diri sendiri, Anda bisa menyampaikan keluhan ke Google dengan cara klik Report a Problem di sudut kanan bawah ketika sedang membuka Google Street View.

Sebelumnya, seorang warga Tangerang, Khairul Anam membuat geger setelah memprotes Google lantaran mempotret rumahnya untuk Google Street View (GSV). Khairul bahkan mengungkap pihak Google mengaku mendapatkan izin dari Kantor Staf Presiden (KSP).

Pada saat itu juga, Khairul langsung meminta GSV menghapus foto kompleksnya itu dan kesepakatan pun disetujui. Namun demikian, di hari berikutnya, Khairul mendapati kompleksnya tetap masuk di Google Street View lengkap dengan detail jalan dan teras rumah.

Khairul lantas menjelaskan alasannya tegas meminta agar foto kompleks rumahnya dihapus oleh tim GSV. Dia menjelaskan kompleks rumahnya tidak punya jalan tembus dan hanya memiliki satu gerbang. Selain itu, dia mengaku tak terima lantaran Google memotret rumahnya dan rumah penghuni lain tanpa izin.



Simak Video "Google Akan Berikan Pelatihan IT Gratis untuk 10 Ribu Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)