Menkominfo Kurang Pahami IGOS, Apa yang Salah?
- detikInet
Jakarta -
Masyarakat luas bahkan pemerintah dianggap belum sepenuhnya paham gerakan Indonesia Goes Open Source (IGOS). Lalu apa dan siapa yang salah?Tikno Sutisna, Marketing Sistem Desktop Nasional (IGOS Desktop) dan Kepala Divisi Jaringan Telekomunikasi Privat PT.INTI, beranggapan bahwa kurangnya pemahaman ini berawal dari kampanye IGOS yang memang kurang maksimal."Kurangnya pemahaman itu saya rasa bisa berawal dari kampanye IGOS yang kurang gaungnya," jelasnya kepada detikINET, Jumat (7/4/2006).Sebelumnya, sempat diberitakan bahwa Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil, kurang memahami IGOS. Tikno mengganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar mengingat posisi Sofyan sebagai menteri, tentunya tidak berkutat dengan masalah teknis.Lebih lanjut, dari pertemuan informalnya dengan Sofyan, Tikno menyimpulkan bahwa ada yang kurang dalam kampanye IGOS, yang menyebabkan dangkalnya pemahaman masyarakat, termasuk pemerintah.Menurut Tikno, bila pejabat saja belum paham benar apalagi masyarakatnya. "Bayangkan saja, bila menterinya saja belum paham, berarti bagaimana masyarakat lainnya?," ujarnya. "Oleh karena itu, inilah tugas kami untuk terus mengkampanyekan IGOS serta open source, dan mengajak rekan-rekan untuk turut mendukung gerakan ini," kata Tikno.IGOS sendiri merupakan program pemerintah sebagai ajakan untuk memakai software open source legal. Program ini telah menghasilkan sejumlah software yang dikembangkan konsorsium IGOS, salah satunya adalah IGOS desktop. Konsorsium IGOS terdiri dari PT Inti, Ipteknet dan LIPI.PT Inti yang bertindak sebagai pendukung pemasaran dan sosialisasi IGOS menyesalkan ketidakpahaman yang terjadi."Kami sebagai penggagas open source, dan PT. Inti sebagai jajaran konsorsium harusnya bisa memberikan pemahaman yang lebih baik," ungkapnya.Tikno berpendapat, dengan open source masyarakat dapat menggunakan piranti lunak yang legal, murah dan dengan fungsi yang nyaris sama."Kalau ada solusi yang sama dan lebih murah, harusnya kan itu merupakan pilihan yang baik," ujar Tikno. "Lagian dengan menggunakan IGOS-desktop, uang yang dikeluarkan tidak lari kemana-mana kok. Dari kita, oleh kita dan untuk kita semuanya," tandasnya. (nks)
(nks/)