Dirjen Tantang Pengembang Bikin Aplikasi IGOS
- detikInet
Jakarta -
Dirjen Aplikasi dan Telematika, Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi menantang kemampuan warga Indonesia untuk menyediakan aplikasi pendukung, demi mensukseskan program Indonesia Goes Open Source (IGOS). Tantangan tersebut dilontarkan Cahyana demi menyemarakkan keragaman aplikasi open source di tanah air. Kurang beragamnya aplikasi yang ada, menyebabkan keengganan masyarakat menggunakan software open source, sebagai alternatif yang sifatnya legal."Karena yang dibutuhkan oleh masyarakat bukan sekedar sistem operasi dan aplikasi perkantoran saja. Tapi juga butuh aplikasi-aplikasi berbasis open source yang lain," kata Cahyana pada detikINET belum lama ini."Jadi tantangan bagi pemerintah, tim IGOS, dan para ISV (independent software vendor-red) untuk menyediakan produk-produk yang lebih lengkap. Kita sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengembangkan open source," tambahnya.Cahyana menilai, dukungan akan aplikasi berbasis open source dirasa masih belum cukup terpenuhi. Oleh sebab itu, menurutnya, banyak pihak yang masih enggan bermigrasi ke open source. Kontribusi para pengembang software lokal sangat diharapkan, sehingga mampu menumbuhkan industri baru dan menyelamatkan devisa negara.Indonesia, menurut dia, dirasa mampu mengembangkan aplikasi-aplikasi software berbasis open source. Sebagai acuan, Cahyana pun menyarankan untuk masuk ke situs tempat penyimpanan software berbasis open source, Sourceforge."Di situs itu, kita bisa lihat source code apa saja yang bisa kita kembangkan sesuai dengan kebutuhan kita," imbuhnya.
(nks/)