Soal Internet, Cina Emoh 'Dikangkangi' AS
- detikInet
Jakarta -
Untuk soal tak mau tunduknya kepada Amerika, Cina memang pionir. Setidaknya untuk hal yang terkait dengan Internet. Saat ini Cina diberitakan tengah membangun domain Internet top-level versinya sendiri, sebagai alternatif atas domain .com dan .cn.Seperti diketahui, domain .com dan .cn dikontrol oleh lembaga International Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) yang notabene tunduk pada regulasi dan hukum Amerika. Untuk itulah maka Cina membuat domain dengan menggunakan karakter asli Cina untuk dot-cina, dot-com dan dot-net versi mereka.Harian People's Daily yang menjadi corong kepentingan pemerintah Cina dengan tegas menyatakan, "Para pengguna Internet (di Cina) tak perlu surfing ke situs-situs melalui server yang berada di bawah manajemen ICANN-nya Amerika."Langkah pemerintah Cina tersebut meningkatkan kekuatiran para analis, bahwa kebebasan mengakses informasi di negara Panda tersebut akan semakin tunduk di bawah kontrol pemerintah dan bahkan melahirkan apa yang disebut dengan 'Internet Cina' independen.Meskipun demikian, pemerintah Cina menyatakan bahwa apa yang dilakukannya tersebut, adalah salah satu upaya untuk meningkatkan aksesibilitas atas Internet bagi warga negaranya yang hanya bisa berbahasa Cina. Bahkan pemerintah Cina telah melakukan sensor atas sejumlah root server yang terkoneksi dengan ICANN. Demikian dilansir oleh IDM.net.au, dan dikutip detikINET, Selasa (7/3/2006).Posisi ICANN yang tunduk pada Amerika tersebut memang menuai banyak kritik belakangan ini. Banyak negara yang sudah mendesak agar ICANN diserahterimakan dan dikelola oleh PBB. Beberapa negara besar, semisal Uni-Eropa, Cina, Brazil dan Iran bahkan menuntut pihaknya dapat dilibatkan lebih jauh di dalam manajemen ICANN. (dbu)
(dbu/)