Wacana Insentif 5 MHz
NTS & CAC Diberi Kesempatan 'Bernafas'
- detikInet
Jakarta -
Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengaku sedang berdialog dengan pemegang lisensi 3G yang bermasalah, Natrindo Telepon Seluler (NTS) dan Cyber Access Communication (CAC). Mereka diberi kesempatan 'bernafas' agar segera menentukan sikap."Kita beri kesempatan pada mereka untuk menyampaikan proposalnya, kita diskusikan. Dalam minggu ini mungkin sudah selesai," kata Basuki di Hotel Bidakara Jakarta tadi malam, Kamis (23/2/2006).Sebelumnya, NTS dan CAC mengajukan keberatan untuk diperlakukan sama dengan operator pemenang tender 3G, dengan alasan mereka operator baru yang belum memiliki infrastruktur seperti existing operator. Meskipun mereka sudah mendapatkan lisensi 3G terlebih dahulu, sejak dua tahun lalu, mereka belum melakukan apa-apa dengan lisensi yang mereka kantongi.Menkominfo Sofyan Djalil dan Dirjen Postel sebelumnya juga sudah menegaskan berulang kali bahwa setiap operator, khususnya 3G, akan mendapat perlakuan yang sama dengan lapangan bermain yang sama pula."Prinsipnya itu pada dasarnya sama. Tapi kita beri kesempatan pada mereka untuk dialog. Mereka ingin punya waktu untuk bersikap, jadi kita berikan waktu. Yang penting sikap kita sudah jelas," ujar Basuki.Wacana InsentifSementar itu di sisi lain, Basuki mengatakan akan mengumumkan secara resmi perihal pemberian insentif lisensi 5 MHz yang akan diberikan pada tiga operator pemenang tender (Indosat, Telkomsel, dan XL), setelah masalah NTS dan CAC kelar."Ada saatnya kita umumkan itu setelah semuanya (masalah NTS dan CAC - red.) selesai. Intinya equal treatment. Makanya, kita selesaikan dulu yang unfinished business, baru kita selesaikan masalah yang ini (pemberian insentif - red.). Ini untuk menjaga fairness," kata Basuki.Basuki juga menegaskan, pemberian insentif itu baru sebatas wacana yang digulirkan. Pemberian insentif itu, menurutnya, akan dilihat dari perkembangan industri 3G kedepannya. "Itu belum jadi ketetapan kok, baru suatu wacana, salah satu skenario," tambahnya.Dia juga menegaskan bahwa yang dilakukan pemerintah tentang pemberian insentif dan sikap terhadap NTS dan CAC tetap berdasarkan prinsip equal treatment. "Mungkin caranya saja yang berbeda," imbuhnya.Basuki juga membenarkan pernyataan Menkominfo Sofyan Djalil yang mengatakan bahwa pemberian insentif itu sudah dirancang sebelum proses tender. "Kalau itu betul, bahwa dalam konteks disain, kita merancang itu sepuluh (MHz). Tapi itu staging ya, ada yang sepuluh itu baru bisa kepakai 3-4 tahun berikutnya," katanya."Tapi by design, pak menteri itu benar. Semua mengatakan itu sepuluh. Makanya dulu saya katakan, sepuluh-sepuluh itu ada enam operator. Enam kali sepuluh," jelasnya. (rou)
(dbu/)