Telkom 'Ditelanjangi' Komisi I DPR
- detikInet
Jakarta -
Dari paparan dengar pendapat umum yang disampaikan Dirjen Postel, operator incumbent Telkom dan Indosat, beserta PT Pos Indonesia. Oleh Komisi I DPR Telkom yang paling banyak 'dikerjai' bahkan 'ditelanjangi'.Setelah dicecar Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon mengenai masalah korupsi VoIP dan 'kecengengan' Telkom. Anggota lainnya pun mulai ikutan jahil 'mengerjai' Telkom dengan 'menelanjangi' isi 'dapur' operator itu beserta grupnya.Dirut Telkom Arwin Rasyid yang sedari tadi 'dikerjai' hanya bisa pasrah dan tersenyum dalam menjawab semua pertanyaan, meski pun terkesan dipaksakan.Dari situ akhirnya diketahui bahwa gaji Arwin Rasyid sebagai Dirut Telkom sebesar Rp 90 juta per bulannya, ditambah sebuah rumah dinas. Sedangkan gaji para Komisaris sebesar 40 persen dari gaji pokok yang diterima Arwin per bulannya.Dari sisi bisnisnya, Arwin mengatakan pendapatan dari SMS untuk layanan Flexi sebesar Rp 500 juta per hari. "Perhitungannya didapat dari, Rp 250 (tarif SMS Flexi-red) dikali jumlah SMS per hari yang mencapai 2,2 juta SMS," jelas Arwin.Sedangkan pendapatan dari Telkomsel, masih dari SMS, sebesar Rp 20,5 miliar per hari. Wow!"Itu didapat dari SMS Telkomsel yang mencapai 95 juta perhari, dikali tarif SMS Rp 250 (pascabayar-red) dan Rp 350 (prabayar-red)," jelasnya lagi.Arwin juga mengungkapkan, dari 9 anak perusahaan Telkom, dua perusahaan diantaranya merugi sampai miliaran. Keduanya yaitu, Napsindo dan Infomedia.Napsindo merupakan anak perusaahaan Telkom yang bergerak di bidang tv kabel Telkomvision. Nilai kerugian yang diderita sebesar Rp 8 miliar pada hasil akhir 2005.Sedangkan yang satunya, Infomedia, atau lebih dikenal dengan nama Yellow Pages, merugi sebesar Rp 5 miliar. Namun Arwin bersikeras, perusahaan yang merupakan patungan dengan perusahaan minyak Elnusa, akan menghasilkan keuntungan pada 2006 ini dengan angka yang sama dengan kerugian, Rp 5 miliar. Keuntungan menurut Arwin akan didapat dari iklan.Sedangkan pemasukan lain Telkom seperti pendapatan dari layanan SMS Premium yang hasilnya dibagi dua antara Telkom dan pihak penyelenggara acara, seperti Indonesian Idol contohnya."Pembagiannya fifty-fifty. Jadi kalau anda mengirimkan SMS ke Indonesian Idol sebesar Rp 2.000, kami berterimakasih karena anda telah memberikan kami seribu rupiah," kata Arwin mencoba mencairkan suasana dengan candaannya.Namun di sisi lain, Arwin juga mengatakan bahwa perusahaan mereka merupakan salah satu pembayar pajak terbesar, dengan setoran sebesar 4-5 triliun per tahunnya. Telkom Group juga memiliki 30 ribu pegawai dan 27 ribu pensiunan. (rou)
(wsh/)