Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Turunkan SLJJ Dulu, Baru Lokal Naik!'

'Turunkan SLJJ Dulu, Baru Lokal Naik!'


- detikInet

Jakarta - Tarif telepon lokal dianggap tidak semestinya naik tahun ini. Malah sebelum tarif lokal dinaikan, sebaiknya tarif sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) yang mestinya turun.Hal itu diutarakan Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar usai rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Gedung DPR/MPR."Masyarakat terlalu resisten mendengar kata 'rebalancing'. Jadi kita arahkan Telkom supaya tarif SLJJ-nya turun dulu, baru nanti lokal menyusul," kata Basuki di gedung yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (6/2/2006)."Kita harus melihat ekonomi secara keseluruhan dan kesiapan masyarakat. Saya rasa (kenaikan telepon-red) tidak tahun ini," tambah pria yang juga memegang jabatan sebagai ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) itu.Kebutuhan rebalancing atau penyeimbangan tarif telepon itu, menurut Basuki masih terkait dengan peraturan interkoneksi yang sedang dalam taraf pengkajian. Menurutnya, untuk menjalankan interkoneksi memerlukan waktu yang cukup lama dan perlunya kesiapan infrastruktur, data, serta sistem pemrosesan data. "Dengan penetapan (interkoneksi-red) sekarang, efektivitasnya baru bisa jalan dalam 5-6 bulan. Lagipula payung hukum PP Nomor 52 tentang interkoneksi itu rasanya belum begitu kondusif. Jadi dengan peraturan yang ada kita optimalkan," papar Basuki menjelaskan.Basuki juga menegaskan peraturan menteri tentang interkoneksi yang rencananya akan disahkan dalam minggu ini, harus diterima oleh operator tanpa terkecuali. "Interkoneksi harus dilakukan. Kewajiban harus dibuka," tegasnya.Sementara masih di kesempatan yang sama, Dirut Telkom Arwin Rasyid mengatakan akan mencari waktu yang tepat untuk menaikkan tarif telepon lokal."Kita akan cari timing yang paling bagus. Rencana kenaikan itu masih perkiraan yang paling kasar. Saat ini, kita masih mendiskusikan dan menghormati hasil keputusan," kata Arwin. (rou) (rou/)





Hide Ads