Twitter dan FB Blokir Akun Donald Trump, Keterlaluan atau Wajar?

Twitter dan FB Blokir Akun Donald Trump, Keterlaluan atau Wajar?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 11 Jan 2021 18:15 WIB
Twitter Donald Trump
Twitter dan Facebook Donald Trump dibekukan. Foto: istimewa
Jakarta -

Akun Donald Trump dibekukan oleh Facebook dan Twitter. Ini terjadi setelah kejadian riot di Capitol. Facebook memutuskan untuk membekukan akun Presiden ke-45 Amerika Serikat ini hingga waktu yang tidak ditentukan sementara Twitter melakukan pembekuan secara permanen.

Pertanyaannya, apakah yang dilakukan perusahaan teknologi sudah termasuk tindakan keterlaluan dan membungkam kebebasan berpendapat seseorang?

"Kebijakan itu, sebagaimana diterapkan, telah berhasil melindungi, bahkan memanjakan, pejabat publik yang berulang kali melanggar kebijakan speech perusahaan," Danielle Citron, pakar kebebasan berbicara di Boston University yang menjabat di Trust and Safety Council Twitter.

"Tidak ada pelanggaran yang terlalu banyak untuk Trump," sambungnya, mengutip LA Times.

Telebih, menyusul penyerbuan Capitol pada hari Rabu silam, Citron mengatakan bahwa kehadiran Trump di situs tersebut tidak lagi dapat dipertahankan.

Sulit untuk mengidentifikasi semua faktor yang menyebabkan Twitter langsung melarang Trump. Itu karena beberapa faktor yang saling terkait telah bersatu pada saat ini. Twitter berfokus pada faktor-faktor tersebut dalam penjelasannya tentang larangan tersebut dan mengutip dua tweet Trump yang dikeluarkan hari Jumat.

"75.000.000 Patriot Amerika yang hebat yang memilih saya ... tidak akan dihormati atau diperlakukan tidak adil dengan cara atau bentuk apa pun !!!" itu adalah bunyi cuitan yang pertama. Yang kedua Trump mengumumkan dia tidak akan menghadiri pelantikan presiden 20 Januari untuk Joe Biden.

Kedua tweet itulah yang membuat Twitter berpikir bahwa ini dapat menginspirasi orang lain untuk meniru tindakan kekerasan dan sangat mungkin untuk mendorong dan menginspirasi orang untuk meniru tindakan kriminal.

Trump meluncurkan akun Twitter-nya pada 4 Mei 2009. Penggunaan Twitter-nya meningkat dengan cepat saat dia menemukan keefektifan platform untuk komunikasi tanpa filter ke basis pengikut yang pada akhirnya berkembang menjadi hampir 89 juta pengguna.

Kalau menurut kamu bagaimana, detikers? Apakah tindakan ini sudah terbilang keterlaluan atau malah tepat dilakukan?



Simak Video "Tak Ada Jalan Bagi Donald Trump untuk Kembali Lagi ke Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fyk)