Persaingan Ketat, ByteDance Tuding Tencent Blokir Layanannya

Persaingan Ketat, ByteDance Tuding Tencent Blokir Layanannya

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 08 Jan 2021 16:50 WIB
FILE PHOTO: A new Bytedance sign is seen on the facade of its headquarters in Beijing, China August 8, 2018. REUTERS/Stringer/File Photo ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.
Persaingan Ketat, ByteDance Tuding Tencent Blokir Layanannya. Foto: Stringer/Reuters
Jakarta -

ByteDance menuding Tencent memblokir layanan cloud office Feishu miliknya di WeChat. Dua raksasa teknologi asal China ini tengah memperebutkan dominasi di pasar teknologi untuk kalangan enterprise.

Xie Xin, Vice President ByteDance yang mengawasi Feishu menyebutkan, program aplikasi produktivitas untuk dokumen cloud miliknya tak bisa digunakan di WeChat. Tak ada feedback maupun respons dari pengguna. Feishu sendiri adalah versi China dari tool produktivitas ByteDance Lark, yang pada dasarnya menggabungkan fitur-fitur yang mirip dengan Slack dan Google Docs.

"Ulasan di platform terbuka WeChat selalu menjadi misteri yang belum terpecahkan. Bahkan jika status peninjauan menjadi 'lulus' pun, WeChat dapat memblokir produk tanpa alasan," kata Xie dalam postingannya di Jinri Toutiao, platform berita populer milik ByteDance.

Disebutkannya, seperti dikutip dari South China Morning Post, Jumat (8/1/2021) dua program mereka lainnya di WeChat, "Feishu Conference" dan "Feishu" juga mengalami perlakuan serupa.

"Kami menghormati posisi pasar absolut Tencent dan pengaruh mereka di bidang media sosial, tetapi Tencent mengandalkan posisi monopolinya untuk memblokir Feishu dan merugikan perusahaan serta pengalaman pengguna. Kami tidak setuju dengan praktik ini," tambahnya.


Pertengkaran di antara pemilik TikTok dan pemilik WeChat ini muncul di tengah perselisihan dengan raksasa teknologi asal China lainnya, Huawei. Sebelumnya, brand smartphone terbesar di China ini menghapus semua game Tencent dari toko aplikasinya karena berselisih tentang pembagian pendapatan. Namun kemudian, perselisihan itu dapat diselesaikan.



Simak Video "Induk TikTok Akuisisi Pembuat Mobile Legends, Gelontorkan Rp 57 T"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)