Bocah 12 Tahun Gugat TikTok karena Privasi Data

Bocah 12 Tahun Gugat TikTok karena Privasi Data

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 04 Jan 2021 06:06 WIB
Logo Tiktok
Foto: screenshot
Jakarta -

Seorang bocah berusia 12 tahun asal London, Inggris menggugat TikTok terkait masalah privasi data. Begini penjelasannya.

Dalam gugatan tersebut disebutkan kalau TikTok melanggar aturan perlindungan data yang diterapkan oleh Uni Eropa. Dan si bocah 12 tahun ini merasa kalau privasinya sudah dilanggar oleh TikTok.

Pengadilan pun mengizinkan gugatan ini didaftarkan secara anonim, dan ia diwakili oleh Anne Longfield, Komisioner Anak di Inggris.

Menurut Longfield, anonimitas ini sangat penting bagi si bocah penggugat. Pasalnya jika identitasnya dibuka, ia bisa mendapat perisakan dari anak-anak lain, atau juga pengguna TikTok lainnya.

Belum lagi mempertimbangkan reaksi negatif atau yang tak bersahabat dari influencer media sosial, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (4/1/2021).

Di Eropa sendiri, TikTok tengah mendapat pengawasan ketat terkait pengumpulan data pribadi anak-anak. Bahkan sampai ada gugus tugas khusus yang dibuat untuk menginvestigasi masalah ini.

Namun TikTok sendiri mengaku bahwa keamanan data dan privasi pengguna adalah prioritas utama mereka, dan mereka mengaku punya aturan dan teknologi ketat untuk melindungi penggunanya, terutama penggunanya yang masih belia.

"Privasi dan keamanan adalah prioritas utama bagi TikTok dan kami punya teknologi, aturan, dan proses ketat untuk melindungi semua pengguna, termasuk pengguna kami yang masih muda," tulis TikTok dalam pernyataannya.

Selain di Eropa, TikTok -- tepatnya ByteDance, induk mereka -- saat ini masih mendapat tekanan di Amerika Serikat terkait data pribadi penggunanya. Mereka dianggap mencuri data pribadi warga AS dan menyetorkannya ke pemerintah China.

Meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, popularitas TikTok saat ini tetaplah tinggi. Sejauh ini jika ditotal dari App Store dan Play Store, TikTok sudah diunduh lebih dari 2 miliar kali, dengan lebih dari 800 juta pengguna aktif.



Simak Video "Dubsmash, Aplikasi Saingan TikTok Akan Dimatikan Februari 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)