Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pansus HAM Semprot Raksasa TI

Pansus HAM Semprot Raksasa TI


- detikInet

Jakarta - Perusahaan teknologi Amerika Serikat kena semprot anggota Kongres. Google, Microsoft, Cisco Sysmtems dan Yahoo dikritik soal sensor internet di Cina.Keempat perusahaan teknologi itu, seperti dikutip detikinet, Kamis (2/2/2006) dari CnetNews.com, mengaku berhalangan menghadiri panggilang Kongres. Namun mereka akan menyanggupi hadir di sidang dengar pendapat selanjutnya, yang dijadwalkan berlangsung 15 Februari."Perusahaan teknologi yang sudah meraih sukses besar ini, yang tidak bisa mengirim perwakilannya ke rapat dengar pendapat hari ini, harusnya merasa malu," kata anggota Kongres Tom Lantor, dari partai Demokrat California. Lantor juga mengetuai Pansus Hak Asasi Manusia (Congressional Human Rights Caucus), yang melangsungkan pertemuan tersebut."Dengan segala kekuatan dan pengaruh, kekayaan serta ketenaran yang mereka miliki, mereka tidak melakukan aksi positif seperti yang dilakukan aktivis HAM di Cina," lanjut Lantos. "Mereka malah tunduk pada kebijakan pemerintah Cina demi uang." Dilihat dari penyelenggara rapat dengar pendapat kali ini, perusahaan-perusahaan teknologi kemungkinan enggan datang karena menganggap Pansus HAM tidak memiliki kewenangan untuk mengundang mereka ke rapat dengar pendapat. Sementara untuk rapat tanggal 15 Februari nanti, diselenggarakan oleh Komite Hubungan Internasional, dari U.S. House of Representatives, yang dinilai memiliki kewenangan.Christopher Smith, perwakilan dari partai Republik New Jersey yang akan mengetuai rapat dengar pendapat tanggal 15 Februari, mengungkap bahwa pihaknya tengah mengerjakan rancangan undang-undang terkait masalah sensor asing. "Permintaan kami untuk perusahaan-perusahaan ini adalah: kembalikan jati dirimu; kamu bisa," kata Smith. (nks) (nks/)







Hide Ads
LIVE