Apple Kasih Sanksi ke Pabrik iPhone, Kenapa?

Apple Kasih Sanksi ke Pabrik iPhone, Kenapa?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 21 Des 2020 18:39 WIB
SAN FRANCISCO, CA - APRIL 23:  The Apple logo is displayed on the exterior of an Apple Store on April 23, 2013 in San Francisco, California.  Analysts believe that Apple Inc. will report their first quarterly loss in nearly a decade as the company prepares to report first quarter earnings today after the closing bell.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: Gettyimages - Justin Sullivan
Jakarta -

Untuk kedua kalinya dalam dua bulan, Apple memberikan sanksi kepada salah satu rekanannya untuk memproduksi iPhone.

Sanksi tersebut diberikan ke Wistron, perusahaan asal Taiwan, karena mereka dianggap melanggar undang-undang ketenagakerjaan. Sanksi di sini maksudnya adalah Wistron menjalani masa uji coba, di mana mereka tak akan menerima pesanan baru dari Apple.

Hal ini dilakukan Apple setelah unjuk rasa yang berujung rusuh di pabrik Wistron di India beberapa waktu lalu, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (20/12/2020).

Unjuk rasa yang dimaksud itu terjadi pada 12 Desember lalu, di mana sekitar 2000 pegawai Wistron memprotes upah yang belum dibayar dengan merusak salah satu kantor Wistron di India.

Kemudian terungkap kalau protes para pegawai itu ternyata benar adanya, juga diakui oleh Wistron. Pemerintah lokal India pun menemukan adanya pelanggaran serius terhadap UU tersebut dalam investigasi awal mereka.

Wistron disebut memberikan upah yang di bawah batas minimum, dan memaksa sejumlah pegawai untuk kerja lembur. Selain itu, ada juga investigasi terhadap perantara yang diduga mengeksploitasi pekerja kontrak.

Dalam dugaan tersebut ada enam kontraktor yang diperiksa oleh kepolisian lokal. Mereka ini menjadi perantara antara Wistron dan para pekerja kontrak, dan perantara ini diduga memotong gaji para pekerja kontrak dan mengeksploitasi mereka terkait jumlah jam kerja.

Investigasi tersebut juga memperlihatkan kalau 8500 orang dari 10.500 orang pegawai Wistron adalah pekerja dari kontraktor tersebut, bukan pegawai resmi Wistron. Padahal, mereka hanya diizinkan untuk mempunyai 5000 pekerja pada awalnya.

Wistron sendiri kemudian mengeluarkan pernyataan berisi permintaan maaf, dan mengaku memperbaiki proses dan merestrukturisasi timnya untuk memastikan hal ini tak terjadi lagi. Mereka pun memecat VP bisnis mereka di India.



Simak Video "Kenalin Apple Music TV: Acara Musik 24 Jam Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)